Categories: Bengkalis

25,9 Ton Mangga Ilegal Asal Thailand Dimusnahkan di Bengkalis

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Upaya penyelundupan buah mangga ilegal asal Thailand melalui jalur laut berhasil digagalkan oleh Satgas Patroli Laut Bea Cukai. Sebanyak 25,9 ton mangga ilegal yang diangkut menggunakan KM Julia II akhirnya dimusnahkan pada Kamis (12/6) di Kantor Pembantu Bea Cukai Sungai Pakning, Kabupaten Bengkalis.

Kepala Bea Cukai Bengkalis, Agoes Widodo, menyampaikan bahwa seluruh mangga tersebut diduga kuat berasal dari Malaysia dan masuk ke wilayah Indonesia tanpa izin resmi.

“Kapal berhasil diamankan di perairan Pambang pada 21 Mei lalu. Saat ditemukan di Sungai Kembung, tidak ada pemilik, nahkoda, maupun anak buah kapal di dalamnya,” ujar Agoes.

Barang bukti langsung diamankan dan dibawa ke kantor perwakilan Bea Cukai di Pakning. Dari penindakan ini, Bea Cukai memperkirakan potensi kerugian negara yang berhasil dicegah mencapai Rp150 juta, selain kerugian immaterial seperti ancaman terhadap kesehatan masyarakat dan stabilitas ekonomi lokal.

Pemusnahan mangga dilakukan dengan cara ditimbun, bekerja sama dengan Karantina Riau. Kepala Karantina Riau, Turhadi Noerachman, menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergi antara instansi dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

“Ini adalah langkah antisipatif untuk mencegah masuknya hama dan penyakit dari luar negeri yang bisa merusak sektor pertanian kita,” ujarnya. Turhadi menekankan bahwa masuknya buah impor ke Indonesia wajib melalui jalur resmi dengan dokumen lengkap seperti phytosanitary certificate, serta hanya lewat pelabuhan yang telah ditetapkan pemerintah.

Mangga asal Thailand yang dimusnahkan itu dinilai melanggar aturan karantina, karena tidak memenuhi syarat dan masuk dari pelabuhan yang bukan jalur resmi impor produk pertanian.

Data dari Karantina Riau mencatat, sepanjang tahun 2025, total 64,8 ton mangga ilegal telah dimusnahkan di beberapa titik di Riau. Rinciannya, 23,29 ton di Pelabuhan Dumai, 15 ton di Tembilahan, dan 25,9 ton di Bengkalis.

Tindakan tegas ini juga sebagai bentuk penegakan hukum. Turhadi menjelaskan bahwa penyelundupan produk pertanian yang melanggar aturan bisa dijerat sanksi berat sesuai Pasal 86 UU No. 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan. Pelaku dapat diancam pidana penjara hingga 10 tahun dan denda maksimal Rp10 miliar.

Laporan ABU KASIM, Bengkalis

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Tabebuya Bermekaran, Wajah Kota Pekanbaru Berubah Jadi Lebih Indah

Bunga Tabebuya bermekaran di sejumlah ruas jalan Pekanbaru. Warga terpesona melihat pemandangan kota yang lebih…

9 jam ago

Kalam Kudus Menang di Dua Laga, Putra-Putri Melaju ke Final HSBL Selatpanjang

Kalam Kudus meraih dua kemenangan pada HSBL Selatpanjang 2026 dan memastikan tim putra-putri melaju ke…

9 jam ago

Mengarak Tabak hingga Makan Beradat, Tradisi Melayu Batang Peranap Kembali Digelar

Festival Adat Batang Peranap menampilkan Beghagak Tabak, Caca Inai dan Makan Beradat sebagai upaya melestarikan…

1 hari ago

Harga Dexlite Melonjak, Antrean Biosolar di Pelalawan Mengular

Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…

1 hari ago

Akses Pelabuhan Tanjung Harapan Dibangun Ulang, Ini Panjang dan Ketebalan Jalannya

Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…

2 hari ago

Lahan 221 Hektare Jadi Sorotan, Mitra Agrinas dan Ninik Mamak Koto Garo Saling Lapor

Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…

2 hari ago