Dokumen Tak Lengkap Lelang Ditunda
BENGKALIS (RIAUPOS) — Keterlambatan dalam proses lelang pihak Unit Layanan Pengadaan (ULP), dikeluhkan beberapa perangkat daerah. Keterlambatan tersebut menurut Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkalis H Bustami HY karena dokumen proyek yang dimasukkan untuk dilelang tidak lengkap. Dengan begitu pengumuman lelang tidak bisa dilakukan.
Untuk diketahui, jumlah kegiatan di Pemkab Bengkalis 2.981. Dari ribuan kegiatan itu ada yang penunjukan langsung (PL) maupun yang dilelang ke ULP. “Ada yang beralasan dokumen sudah dimasukkan tetapi kadangkalanya belum lengkap itu yang membuat ULP terlambat melakukan lelang. Dan berkas yang belum lengkap itu harus dikembalikan ke perangkat daerah agar dilengkapi,” ungkap Sekda Bustami kepada sejumlah wartawan.
Lebih lanjut disampaikan Sekda, tidak ada istilah penundaan atau luncuran kegiatan. Apabila memang tahun ini tidak bisa dilaksanakan, maka harus diusulkan kembali ke anggaran tahun berikutnya.
"Tidak mengenal penundaan kegiatan proyek karena memang tidak ada luncuran. Kalau memang ada kegiatan strategis PD bahwa tidak bisa terlaksana tahun ini, maka harus dimasukkan kembali ke rencana kerja PD tahun berikutnya. Jadi, diusulkan kembali atau dalam bentuk usulan yang baru tidak otomatis meluncur tahun berikutnya begitu saja," terangnya lagi.
Sekda Bustami juga menyebutkan, pada setiap kesempatan pihaknya mengimbau kepada seluruh PD di beberapa kesempatan, agar segera melakukan proses pelelangan.(esi)
Kemenag, Baznas, dan BPJS Ketenagakerjaan beri perlindungan JKK dan JKM bagi dai 3T di Riau…
Pemko Pekanbaru targetkan 5.000 warga ikuti Petang Belimau, lepas 10.000 bibit patin di Sungai Siak…
Pemuda Padel resmi hadir di Pekanbaru dengan lima lapangan standar internasional dan program latihan bersama…
JNE rayakan Imlek 2577 dengan barongsai, bagi angpau, dan promo ongkir hingga 77 persen, termasuk…
Honda Bikers Fun Motour Camp 2026 di Kampar diikuti 100 bikers Hobiku, padukan touring, camping,…
BPJS Kesehatan keluarkan Rp50,2 triliun untuk 59,9 juta kasus penyakit kronis sepanjang 2025, jantung tertinggi.