Categories: Riau

Perda Penyesuaian Tarif PJU Akan Direvisi

(RIAUPOS.CO) — Perubahan tarif pajak penerangan jalan umum (PJU) wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti belum diberlakukan. Padahal penyesuaian tarif baru tersebut telah tertuang di Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1/2018 atas perubahan sebelumnya sah dan sudah diundangkan. 

Semula tarif pajak PJU di Kabupaten Kepulauan Meranti hanya dibebankan 5 persen dari pemakaian setiap pelanggan, sementara perubahan tarif yang baru sebesar 7,5 persen. 

Namun hingga saat ini pihak PT PLN (Persero) belum melakukan penyesuaian pada sistem mereka. Malah masih menggunakan tarif yang lama. 

Manager PT PLN (Persero) Rayon Selatpanjang, Janatul Firdaus membenarkan jika tarif PJU Kepulauan Meranti yang baru belum diberlakukan. Sejak Perda itu dirancang, disahkan, hingga diundangkan, ia mengaku jika pihaknya tidak tahu menahu. 

“Sampai saat ini atas perubahan tarif pajak PJU yang tertuang dalam peraturan baru tersebut kami tidak tau sama sekali. Secara lisan aja tidak ada disampaikan ke kami, apalagi suratnya,” ujar Janatul kepada Riau Pos, akhir pekan kemarin melalui panggilan telepon.

Untuk itu, ia meminta Pemkab Meranti segera melakukan pemberitahuan, dan  menyurati pihaknya agar perubahan tarif pajak PJU yang baru segera ditindaklanjuti. 

Untuk proses perubahan atas tarif pajak PJU menurutnya, cukup menelan waktu, karena yang punya wewenang atas perubahan tarif di rekening tangihan pelanggan murni wewenang PT PLN pusat. 

“Yang punya wewenang pusat. Kalau kami sifatnya meneruskan saja. Makanya harus masuk dulu surat usulan dari Pemda,” ungkapnya. 

Kepala Badan Pengendalian Pajak dan Retribusi Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, Ery Suhari membeberkan, pihaknya sedang berupaya mendudukan masalah tersebut, mengingat ada yang keberatan terhadap penyesuaian tarif baru yang dimaksud. 

“Ada yang keberatan. Selain itu Pak Bupati juga berpesan agar Perda yang baru itu dapat direvisi kembali. Langkah itu menimbang kemampuan ekonomi masyarakat yang dinilai masih kecil,” ujarnya. 

“Pak Bup minta bukan tarif pajak PJU-nya yang dinaikkan, namun pelanggannya yang mesti ditambah,” ungkapnya. 

Dalam waktu dekat ini diungkapkan Ery, pihaknya dan Bagian Ekonomi Setdakab Meranti akan duduk bersama dengan pihak PT PLN untuk mencari celah dalam upaya peningkatan PAD yang bersumber dari PJU. 

“Belum maksimal. Per tahun PAD dari sektor PJU hanya berkisar Rp4 miliar. Makanya kita harus cari celah. Apakah dari penyesuaian tarif atau peningkatan jumlah pelanggan, itu yang harus kita gali,” ujarnya.(*4/kom)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Tabebuya Bermekaran, Wajah Kota Pekanbaru Berubah Jadi Lebih Indah

Bunga Tabebuya bermekaran di sejumlah ruas jalan Pekanbaru. Warga terpesona melihat pemandangan kota yang lebih…

2 hari ago

Kalam Kudus Menang di Dua Laga, Putra-Putri Melaju ke Final HSBL Selatpanjang

Kalam Kudus meraih dua kemenangan pada HSBL Selatpanjang 2026 dan memastikan tim putra-putri melaju ke…

2 hari ago

Mengarak Tabak hingga Makan Beradat, Tradisi Melayu Batang Peranap Kembali Digelar

Festival Adat Batang Peranap menampilkan Beghagak Tabak, Caca Inai dan Makan Beradat sebagai upaya melestarikan…

3 hari ago

Harga Dexlite Melonjak, Antrean Biosolar di Pelalawan Mengular

Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…

3 hari ago

Akses Pelabuhan Tanjung Harapan Dibangun Ulang, Ini Panjang dan Ketebalan Jalannya

Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…

3 hari ago

Lahan 221 Hektare Jadi Sorotan, Mitra Agrinas dan Ninik Mamak Koto Garo Saling Lapor

Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…

3 hari ago