GAJAH LIAR: Gajah yang diberi nama Dita, Seruni dan Bara saat masih bersama. Gajah liar terpantau memasuki kawasan perumahan karyawan Chevron di kompleks Talang, Duri pada Kamis (27/6/2019) petang lalu. (BBKSDA RIAU FOR RIAU POS)
DURI (RIAUPOS.CO) — Seekor gajah liar berkelamin jantan terpantau memasuki kawasan perumahan karyawan Chevron di kompleks Talang, Duri, pada Kamis (27/6) petang lalu, sekitar pukul 18.00 WIB. Kabar tersebut dibenarkan Direktur LSM Rimba Satwa Foundation (RSF) Zulhusni Syukri menjawab Riau Pos pada Sabtu (29/6).
“Gajah yang masuk kompleks Talang itu berkelamin jantan dan bernama Getar. Kini dia terpantau berada dalam kawasan hutan Talang yang letaknya bersisian dengan perumahan karyawan Chevron tersebut,†kata Husni.
Menurut dia, keberadaan gajah liar di hutan Talang itu terus dipantau secara intensif oleh sejumlah aktivis lingkungan yang bermarkas di Duri. Antara lain dari Himpunan Penggiat Alam (Hipam), RSF dan lain-lain.
“Meski memasuki kawasan perumahan, gajah itu tidak melakukan perusakan sporadis. Pihak security maupun pihak PT CPI sendiri tidak menyatakan itu sebagai gangguan berarti. Apalagi, sejak lama, warga perumahan setempat sudah cukup akrab dengan kedatangan gajah liar,†kata Husni. Dia juga menyebut, perumahan Talang kini sudah banyak pula yang kosong.
Sebetulnya, sambung Husni, belum lama berselang, gajah ini (Getar) hampir menyeberang dari camp CPI lewat gate 1. Tujuannya ke area ladang minyak Duri Steamflood (DSF). Namun karena aktivitas lalu lintas di seputaran gate 1 padat, gajah tersebut balik lagi ke camp CPI.
Kebakaran di Marpoyan Damai Pekanbaru menghanguskan rumah bulat, dua kontrakan, dan sepeda motor. Delapan unit…
Desa Bokor di Kepulauan Meranti berhasil menjaga 13 spesies mangrove dan mengembangkan ekowisata berkelanjutan berbasis…
Sebanyak 117 kendaraan ditindak dalam razia gabungan di Jalan Sudirman Pekanbaru, termasuk truk ODOL dan…
Universitas Hang Tuah Pekanbaru menyembelih empat sapi kurban pada Iduladha 1447 H dan membagikannya kepada…
Jalan Pesisir di Rumbai yang puluhan tahun rusak segera diperbaiki. Anggaran pembangunan mencapai Rp11,8 miliar.
Arus penyeberangan Roro Bengkalis meningkat jelang Iduladha. Pengendara motor bahkan harus antre hingga empat jam.