ENDINOVELLY
PEKANBARU (RIAUPOS.CO)- Pemerintah pusat melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN), hingga saat ini masih memproses penetapan Nomor Induk Pegawai (NIP) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah provinsi (Pemprov) Riau yang lulus seleksi tahun 2023. Namun progresnya sudah cukup signifikan yakni sudah mencapai 90 persen.
Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian dan Informasi Kepegawaian, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Riau Endinovelly mengatakan, dengan sudah cukup tingginya progres pengusulan NIP tersebut, pihaknya berharap penetapan NIP PPPK Pemprov Riau tersebut bisa segera selesai.
“Untuk progres penetapan NIP PPPK lulus seleksi tahun 2023 sudah di atas 90 persen, mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa selesai,” katanya.
Pihaknya mengakui, proses penetapan NIP bagi pegawai PPPK yang lulus seleksi tahun lalu ini memang cukup lama. Sebab usulan NIP yang diproses di BKN regional XII Pekanbaru ini tidak hanya mengurus usulan NIP dari Riau. Namun juga dari provinsi tetangga.
“Dari Kepulauan Riau dan Sumatera Barat juga sama, itu di bawah kewenangan BKN regional XII Pekanbaru.
Makanya prosesnya lama, karena usulan yang masukkan banyak, bukan cuma dari Riau saja,” ujarnya.
Sementara untuk total usulan NIP untuk formasi tenaga pendidikan yang diajukan ke BKN sebanyak 2.352 nama. Sementara untuk formasi tenaga teknis dari total usulan 112 nama dan untuk formasi tenaga kesehatan 142 nama.
“Semua nama yang lulus seleksi PPPK tahun 2023 lalu sudah kita usulkan penetapan NIP-nya ke BKN,” katanya.
Sementara saat disinggung terkait seleksi CPNS dan PPPK tahun 2024 ini, pihaknya masih menunggu jadwal pendaftaran dari pemerintah pusat.
Seperti diketahui, pada tahun 2024 ini Pemerintah Provinsi Riau akan membuka rekrutmen CPNS dan PPPK dengan total lowongan mencapai 6.440 orang. Dengan rincian, 6.360 untuk formasi PPPK dan 80 lowongan lagi untuk CPNS.
Untuk formasi PPPK yang paling banyak itu formasi tenaga teknis 5.095 lowongan. kemudian untuk guru ada 1.114 lowongan dan untuk tenaga kesehatan ada 151 lowongan.(sol)
JCH asal Pekanbaru meninggal dunia di Batam setelah menjalani perawatan hampir sebulan sebelum keberangkatan haji.
Kecelakaan tunggal di Tol Pekanbaru–Dumai diduga akibat microsleep. Dua orang meninggal dunia, enam luka berat.
Sidang Abdul Wahid kembali digelar. Jaksa KPK menyoroti CCTV rusak dan temuan barang mewah saat…
PSSI Riau masih mengupayakan tambahan kuota Liga 4 nasional agar Energi Bintang Riau berpeluang menyusul…
Gerakan Pangan Murah di Tembilahan dipadati warga yang berburu kebutuhan pokok terjangkau menjelang Hari Raya…
Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Logas selesai dibangun dan diharapkan mempermudah mobilitas serta aktivitas…