Jenazah mantan Bupati Inhil dua periode H Indra Muchlis Adnan, saat dimasukkan ke liang lahat di permakaman keluarga Kompleks Pendidikan Syech Walid Thalib Saleh Jalan Trimas Tembilahan, Sabtu (27/4/2024). (Indra Effendi/Riau Pos )
TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) – Jenazah mantan Bupati Indragiri Hilir (Inhil) dua periode 2003-2088 dan 2008-2018 H Indra Muchlis Adnan dimakamkan di Komplek Pendidikan Syech Walid Thalib Saleh Jalan Trimas Tembilahan, Sabtu (27/4).
Sebelum dimakamkan, jasad almarhum terlebih dahulu disalatkan oleh ratusan jamaah di Masjid Raya Alhuda Jalan Jendral Sudirman Tembilahan. Bertindak sebagai imam salat jenazah, Ketua MUI Inhil H Azhari Syukur.
Proses pemakaman Indra Muchlis Adnan dihadiri ratusan bahkan ribuan orang dari pihak keluarga, kerabat, masyarakat dan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil. Kepergian almarhum untuk selama-lamanya meninggalkan duka mendalam bagi kolega.
Indra M Adnan atau akrab disapa IMA meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad Pekanbaru, Kamis (26/4/24) sekitar pukul 16.51 WIB, setelah menjalani perawatan medis akibat penyakit yang dideritanya.
Dimakamkannya, almarhum di permakaman keluarga Kompleks Pendidikan Syech Walid Thalib Saleh Jalan Trimas Tembilahan, dikatakan salah seorang ahli waris, H Raus Walid, merupakan wasiatnya semasa hidup.
“Almarhum berwasiat kepada pihak keluarga. Apabila meninggal dunia, minta dimakamkan di sini (Kompleks Pendidikan Syech Walid Thalib Saleh Jalan Trimas Tembilahan, red),”katanya.
H Raus Wailid, yang merupakan paman almarhum menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Inhil, atas khilaf dan salah almarhum ketika bergaul maupun selama menjadi Bupati.
“Atas nama kelurgan kami minta maaf dan minta diikhlaskan jika ada kekurangan maupun kesalahan almarhum,” tambahnya.
Salah sorang tokoh masyarakat Inhil, H Raja Alimuddin mengatakan, almarhum merupakan sosok pemimpin berwibawa, tegas, dan bersahaja dengan banyak ide-ide pembangunan.
“Cukup banyak karya pembangunan yang ditinggalkan almarhum. Antara lain, jembatan, terminal dan pelabuhan. Sampai saat ini masih berdiri dengan kokoh,” ungkap Alimuddin, yang juga pernah menjabat Sekda Inhil.
Yang paling terkenal, Indra M Adnan, melekat dengan julukan sebagai tokoh pendidikan. Sebab, di masanya pulalah Universitas Islam Indragiri (Unisi) STIKES Husada Gemilang, dan Pondok Pesantren (Ponpes) Syech Walid Thaib Saleh, dibangun.
Hal serupa juga disampaikan mantan Kepala Dinas Pendidikan Inhil, H Fahrolrozy. Saat itu dia menceritakan, cukup banyak program emas di masa kepemimpinan H Indra M Adnan. Antara lain, program satu rumah satu sarjana.
“Tidak hanya program fisik. Tapi almarhum, juga sangat perhatian terhadap program sumber daya manusia (SDM),”urainya.
Di mata Fahrolrozy, almarhum merupakan sosok pemimpin cerdas. Terlepas ada kelemahan lainnya. Karena menurut Fahrolrozi, tidak ada manusia yang lahir dan hidup dengan sempurna.(ind)
Pacu jalur hari keempat di Tepian Narosa berlangsung sengit. Sebanyak 13 jalur berhasil melaju ke…
Tiga desa di Kepulauan Meranti masih kekurangan calon kepala desa untuk Pilkades 2026. Pendaftaran diperpanjang…
Pasangan suami istri terseret arus Sungai Kuantan saat mandi di tengah pacu jalur. Sang istri…
SBK Apparel mendukung Riau Pos Gowes Merdeka 2026 dan menyiapkan doorprize kulkas satu pintu untuk…
PSPS Pekanbaru meraih tiga kemenangan beruntun dalam laga uji coba dan mencetak enam gol sebagai…
Jalan Sontang-Duri kembali rusak setelah hujan, bahkan bus Pinem nyaris terguling. Warga meminta pemerintah segera…