Categories: Riau

Dosen dan Mahasiswa Kunkerta Faperika Unri Sosialisasi Laminasi Kapal

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) — Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau bersama Mahasiswa Kunkerta 2019 mengadakan penyuluhan dan sosialisasi laminasi kapal dengan metode baru dengan berbagai keunggulan. Temanya adalah, tindak lanjut pemberdayaan  masyarakat nelayan dalam perawatan yang efisien untuk memperoleh umur kapal yang maksimal di Desa Pambang Pesisir, Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis.

 

Penyuluhan disambut antusias nelayan dan perangkat desa seperti Sekretaris Desa Rizal AMd, Kepala Seksi Kesejahteraan Rubiani, Kepala Urusan Umum Nur Hasanah, Kepala Urusan Perencanaan Heri Setiawan serta masyarakat nelayan Desa Pambang Pesisir.

Dosen Fakultas Perikanan dan Kelautan Unri Ronald Magasi Hutahuruk ST MT menyebutkan, permasalahan penurunan performa kapal akibat kerusakan lambung kapal sering dihadapi nelayan. Kerusakan karena faktor internal misalnya benturan, tubrukan, kandas dan sebagainya. Sementara kerusakan karena faktor eksternal seperti pelapukan/pembusukan dan serangan teritip menyebabkan pelapukan, penjalaran retak, dan penambahan hambatan kapal.

"Kerusakan karena faktor internal tergantung kecakapan awak kapal dalam melakukan operasi penangkapan ikan dan kerusakan ini bisa dihindari. Sementara kerusakan faktor eksternal disebabkan faktor alami yang akan menyerang secara perlahan dan kerusakan ini tidak bisa dihindari. Faktor alami tersebut misalnya saat lambung kapal bersentuhan dengan air. Saat itu terjadi, maka proses pembusukan sebenarnya sudah mulai terjadi," jelasnya.

Ronald mengatakan nelayan bisa menghindari pelapukan kapal. Biasanya dengan melapisi lambung kapal (laminasi) menggunakan campuran fiberglass dengan resin. Ini menambah umur kapal namun biayanya lebih besar, menambah berat kapal dan waktu pengerjaan. Karena itu perlu diperkenalkan model laminasi baru dengan berbagai keunggulan pada masyarakat.

"Laminasi model baru pada C’ketz  RB, reinforce layer menggunakan fibercloth dengan perekat reinforce bond yang menghasilkan lapisan keras tetapi fleksibel. Reinforce bond merekat kuat ke kayu, tidak perlu paku. Terdiri dari 2-3 lapis sehingga memperingan kapal dan waktu pengerjaan juga menjadi lebih cepat," imbuhnya.(mar/c)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Semarak Dies Natalis ke-4, UHTP Gelar Fun Walk di Pekanbaru

Universitas Hang Tuah Pekanbaru menggelar fun walk dalam rangka Dies Natalis ke-4 Tahun 2026 sebagai…

20 jam ago

Pemkab Rohul Mulai Reaktivasi 50.681 Peserta PBI JKN yang Dinonaktifkan

Sebanyak 50.681 peserta PBI JKN di Rohul yang dinonaktifkan sejak Februari 2026 mulai direaktivasi melalui…

20 jam ago

Jembatan Gantung Tanjung Betung Direnovasi, Mobilitas Warga Makin Lancar

Renovasi jembatan gantung di Tanjung Betung yang didukung Polri diharapkan memperlancar mobilitas warga dan menjadi…

22 jam ago

PBBDD Kumpulkan 1.899 Kantong Darah, Lampaui Target Jelang Ramadan

PBBDD berhasil mengumpulkan 1.899 kantong darah dalam baksos donor darah di Pekanbaru, melampaui target untuk…

22 jam ago

Insiden Turis Berbikini, Tokoh Adat Minta Konsep Pariwisata Kampar Diperjelas

Insiden turis berbikini di Danau Rusa disorot tokoh adat Kampar yang mendesak pemerintah daerah memperjelas…

22 jam ago

Satgas Kabel FO Dibentuk, DPRD Pekanbaru Tunggu Aksi Nyata

Satgas penertiban kabel FO telah dibentuk Pemko Pekanbaru. DPRD menunggu aksi nyata agar kota tidak…

23 jam ago