MEME PROTES: Beberapa mahasiswi membentangkan karton yang berisi kata-kata protes dengan dibuat dalam bentuk Meme, Kamis (26/9/2019).(HASANAL BULKIAH/RIAUPOS.CO)
DUMAI (RIAUPOS.CO) – Massa gabungan mahasiswa, pemuda, pelajar dan masyarakat berkumpul di Taman Bukit Gelanggang Dumai, Kamis (26/9) pagi. Mereka berencana melakukan aksi Damai di Kantor DPRD Dumai. Aksi mereka adalah menolak revisi RUU KUHP, RUU P-KS, dan UU KPK. Selain itu mereka juga mengecam tindakan kekerasan pihak aparat terhadap mahasiswa, pelajar yang melakukan aksi di berbagai daerah.
"Aksi ini kami lakukan untuk menunjukkan jika kami di Dumai tidak diam dengan apa yang terjadi," ujar Koordinator Umum Massa Aksi, Andri Kodri.
Ia mengatakan, beberapa pasal di RUU KUHP, RUU P-KS ada beberapa pasal yang menyeleneh. Selain itu mengenai UU KPK, Ari mengatakan ada beberapa pasal yang melemahkan KPK. "Kita harapkan aspirasi kami ini di dengar oleh DPR, kami tidak ingin DPR itu jadi Dewan Penipu Rakyat, mereka harus tahu betul fungsi mereka seperti apa," ujarnya.
Ari mengatakan, apa yang disampaikan pihaknya harus dilakukan secara benar dan tidak melanggar aturan yang ada. "Ini suara kami, suara rakyat, suara mahasiswa, suara pemuda, suara pelajar, kami akan terus bergerak untuk menyuarakan kebenaran," tuturnya.
Ia juga menghimbau kepada peserta aksi agar bertindak satu komando, hindari aksi provokatif. "Kita lakukan aksi Dumai," tutupnya.
Laporan: Hasanal Bulkiah/Dumai
Editor: wws
Pacu jalur hari keempat di Tepian Narosa berlangsung sengit. Sebanyak 13 jalur berhasil melaju ke…
Tiga desa di Kepulauan Meranti masih kekurangan calon kepala desa untuk Pilkades 2026. Pendaftaran diperpanjang…
Pasangan suami istri terseret arus Sungai Kuantan saat mandi di tengah pacu jalur. Sang istri…
SBK Apparel mendukung Riau Pos Gowes Merdeka 2026 dan menyiapkan doorprize kulkas satu pintu untuk…
PSPS Pekanbaru meraih tiga kemenangan beruntun dalam laga uji coba dan mencetak enam gol sebagai…
Jalan Sontang-Duri kembali rusak setelah hujan, bahkan bus Pinem nyaris terguling. Warga meminta pemerintah segera…