Categories: Riau

Warga Sorot Jalan  di Pasar Modern

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) — Pemindahan ratusan pedagang yang sebelumnya berjualan di Pasar Rakyat Telukkuantan sekitarnya ke Pasar Modern menimbulkan persoalan baru. Kondisi pasar terlihat tidak memungkinkan untuk melakukan transaksi jual beli. Pasalnya, ruas jalan yang ada dalam pasar itu berlumpur saat musim hujan.

Seorang tokoh masyarakat Telukkuantan, Gusmir Indra menyoroti buruknya kondisi Pasar Modern Telukkuantan yang becek saat hujan. Hal ini berdampak terhadap jual beli masyarakat. Sehingga menurutnya, wajar para pedagang mengeluh. Dan begitu pula dengan warga yang hendak berbelanja.

“Harusnya sebelum pedagang ini dipindahkan pastikan dulu kondisi pasar ini bagus. Ini sepertinya dipaksakan. Sekarang kalau hujan berlumpur. Apa seperti itu pasar modern. Jadi, jangan asal dipindahkan. Coba lihat sekarang kondisinya. Memperihatinkan,” ujar anggota DPRD Kuansing terpilih itu kepada Riau Pos di Telukkuantan, Rabu (24/7).

Pria yang hidup di tengah-tengah keramaian pasar ini berharap, agar memberi kenyamanan kepada masyarakat pemakai pasar. Karena dari dulu pasar selalu memberi rasa nyaman yang sesuai kebutuhan. Apalagi ini Pasar Modern yang pedagangnya harus tertata rapi dan pengunjung dibuat nyaman. 

“Kalau pasar desa kondisi seperti ini tak ada masalah. Ini pasar modern. Malu kita kalau kondisinya seperti ini,” katanya.

Ke depan, Gusmir Indra memberikan solusi terhadap persoalan yang dialami para pedagang dan pembeli di pasar modern ini. Ruas jalan yang masih berbentuk tanah ini disarankannya dipasang paving blok. Atau untuk langkah cepatnya, menurut Gusmir, jalan yang berlumpur itu bisa disirami batu.

“Dan secepatnya dibangun drainase panjang untuk tempat mengalirkan air. Tapi harus terarah. Soal pengairan ini kita bisa mencontoh bagaimana bangunan di era Belanda. Pengaturan irigasinya bagus,” demikian solusi yang diberikan Bendahara Gerindra Kuansing ini.(jps)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Sidak Bapanas di Pekanbaru Temukan Minyakita Dijual Jauh di Atas HET

Bapanas menemukan Minyakita dijual hingga Rp20 ribu per liter di Pekanbaru, jauh di atas HET…

6 jam ago

Atasi Banjir Pekanbaru, Dewan Minta Pemko Fokus ke Saluran Pembuangan

DPRD Pekanbaru menilai persoalan drainase menjadi penyebab utama banjir, sementara pemko mengklaim normalisasi terus berjalan.

7 jam ago

Didukung Tokoh Riau, Prof Firdaus Resmi Daftar Bakal Calon Rektor Unri

Prof Firdaus resmi mendaftar calon Rektor Unri 2026–2030 dengan dukungan tokoh adat, ulama dan masyarakat…

7 jam ago

TKA Susulan Digelar 11-14 Mei, Ratusan Siswa Rohil Belum Selesai Ujian

Sebanyak 882 siswa SD di Rohil mengikuti TKA susulan akibat gangguan internet, listrik padam, hingga…

7 jam ago

Sapi Kurban Presiden untuk Bengkalis Dibanderol Rp96 Juta

Sapi kurban bantuan Presiden RI untuk Bengkalis dibanderol Rp96 juta, sementara pengawasan hewan kurban di…

8 jam ago

Razia PETI di Kuansing, 10 Rakit Penambang Emas Ilegal Dibakar Polisi

Polres Kuansing kembali menertibkan aktivitas PETI dengan memusnahkan 10 rakit penambang emas ilegal di Kuantan…

9 jam ago