Categories: Riau

400 Hektare Lahan Padi di Meranti Gagal Panen

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Sepanjang 2021 lalu, seluas 400 hektare lahan pertanian padi di Kepulauan Meranti dinyatakan gagal panen, dampak intrusi. Jumlah tersebut terdiri dari 2.963 hektare lahan pertanian padi yang tersebar di daerah setempat. 

Demikian disampaikan Plt Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, Ketahanan Pangan, dan Tanaman Pangan Kepulauan Meranti, Ifwandi SP,  Senin (24/1). 

"Memang ada sekitar 400 hektare lahan sawah kita yang gagal panen. Hal itu diakibatkan kondisi tanggul yang tidak baik dan jaringan irigasi yang mengalami pendangkalan," katanya.

Sebaliknya, dari seluas 2.963 hektare lahan padi, seluas 250 hektare sudah berhasil menerapkan IP 200 atau dalam setahun sudah bisa dilakukan dua kali panen. Sejumlah desa yang sudah berhasil menerapkan IP 200 di antaranya, di Desa Kedabu Rapat, Desa Mengkirau, Desa Meranti Bunting, Bina Maju, Sendaur dan Segomeng.

"Memang di satu sisi ada yang gagal panen. Namun di sisi lain ada yang berhasil dua kali panen dalam setahun. Bahkan, tahun ini (2022), kita akan coba tingkatkan luasan lahan yang bisa panen padi dua kali. Target kita bisa mencapai 500 hektare IP 200," terangnya.

Ifwandi juga mengharapkan komitmen Pemerintah Provinsi Riau dan OPD terkait seperti Dinas PU Meranti untuk membantu mengatasi masalah tanggul dan jaringan irigasi. Tentunya, dengan memperbaiki dan menyelesaikan masalah pendangkalan.

"Kita sudah berkoordinasi dengan Dinas PUPRPKP Meranti untuk mengadakan sebanyak 4 unit excavator. Sehingga, masalah pendangkalan jaringan irigasi dapat diatasi. Termasuk, mencegah intrusi atau masuknya air laut ke kawasan pertanian padi," harapnya.

Terpisah, Kepala Dinas PUPRPKP, Mardiansyah SSTP MAP menegaskan, empat unit excavator yang sudah dianggarkan tahun ini akan segera dilelang. Sehingga bisa dikirim ke sejumlah kawasan pertanian padi dalam upaya menyelesaikan masalah intrusi.

"Mudah-mudahan paling lama bulan Maret sudah bisa lelang dan excavatornya segera dikirim ke sejumlah wilayah kawasan pertanian padi di Meranti," ungkap Mardiansyah.

Disisi lain, juga terdapat lahan sawah petani yang juga tidak bisa ditanami karena terendam air. Seperti, di Desa Batang Meranti, Kecamatan Pulau Merbau. Hingga kini mengalami gagal tanam padi akibat curah hujan yang tinggi.

"Sedangkan tanggul tidak berfungsi lagi. Hal itu terjadi sejak Tahun 2004 lalu. Sebab tanggul juga sudah ditumbuhi pohon nipah dan tidak pernah dicuci, " terang Camat Pulau Merbau,  Atan Ibrahim.(wir)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Pacu Jalur 2026 Digelar, Truk Angkutan Berat Dilarang Melintas di Telukkuantan, Ini Rute Pengalihan Selama Pacu Jalur

Pemkab Kuansing melarang truk angkutan berat melintas Telukkuantan 17-24 Agustus selama Pacu Jalur 2026 demi…

19 menit ago

15 Tim Berebut Gelar Juara Riau Pos-HSBL 2026 Bangkinang, Persaingan Diprediksi Sengit

Sebanyak 15 tim basket pelajar Kampar dan Rohul siap bertarung di Riau Pos-HSBL 2026 Bangkinang…

29 menit ago

Pengembang The Peak Hotel Pekanbaru Dinyatakan Pailit, Begini Nasib Pemilik Apartemen

PT Asialand dinyatakan pailit. Kurator mulai mendata aset, sementara nasib pemilik The Peak dan kreditur…

6 jam ago

Kelebihan Bayar Seragam SMAN di Riau, Sejumlah Kepala Sekolah Dipanggil untuk Diperiksa

Kasus kelebihan bayar seragam SMAN di Riau memasuki pemeriksaan disiplin. PNS yang terbukti melanggar terancam…

7 jam ago

Hasil Tes Negatif, Monyet yang Ditangkap Usai Serang Warga Tembilahan Masih Diobservasi

Monyet yang ditangkap usai menyerang warga Tembilahan negatif tiga penyakit zoonosis, tetapi masih menjalani observasi…

7 jam ago

Gugatan Cerai Rezita Meylani terhadap Yopi Arianto Masuk Mediasi, Tergugat Tak Hadir

Rezita Meylani menggugat cerai Yopi Arianto di PA Rengat. Proses mediasi berlangsung, namun belum menghasilkan…

7 jam ago