Kepala Kanwil Kemenkuham Riau Budi Argap Situngkir didampingi Kepala Divisi Administrasi Johan Manurung meninjau SKD calon taruna Poltekip dan Poltekim Kemenkumham di Gedung BKN, Pekanbaru Selasa (23/7/2024). (humas kemenkumham riau untuk riau pos)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Riau Budi Argap Situngkir meninjau langsung pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Taruna Sekolah Kedinasan Kemenkumham. SKD ini digelar di Kantor Regional XII Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pekanbaru, Selasa (23/7).
Argap yang didampingi Kepala Divisi Administrasi Johan Manurung mengatakan, seleksi masuk Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip) dan Politeknik Keimigrasian (Poltekim) sudah diupayakan sangat transparan. Hingga hampir tidak ada peluang permainan, apalagi hasilnya langsung bisa dilihat live di channel Youtube Kemenkumham. Maka mengingatkan para calon taruna untuk mengandalkan diri sendiri untuk lulus.
“Adik-adik hari ini mengikuti seleksi untuk membuktikan diri, apakah berhasil atau tidak menjadi taruna. Ingatlah, untuk mendapatkan sesuatu yang besar, dibutuhkan perjuangan. Ujian ini adalah bukti nyata bahwa kerja keras akan membuahkan hasil. Percayalah, tidak ada yang bisa menolong selain diri sendiri,” katanya mengingatkan.
Dia menegaskan, dari tahun ke tahun Kemenkumham mencoba untuk terus meningkatkan transparansi dalam proses seleksi. Semangat akuntabilitas, tanpa ada unsur intervensi atau kecurangan terus dikedepankan. Maka dari itu dia mengingatka para peserta untuk tidak mempercayai pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan cara yang tidak sah.
“Proses seleksi ini tidak ada untung-untungan, murni berdasarkan kemampuan masing-masing. Saya tidak bisa intervensi. Yakinkan diri bahwa ini adalah untuk masa depan,” tegasnya.
Sebagai salah seorang alumni sekolah kedinasan Kemenkumham RI membuka ruang bagi para peserta untuk menyampaikan keluhan atau laporan jika menemukan adanya indikasi kecurangan dalam proses seleksi.
Dia memastikan bahwa sistem Compter Assieted Test (CAT) yang digunakan dalam seleksi ini tidak dapat dimanipulasi.
“Sekali lagi saya sampaikan, jangan pernah percaya kalau ada orang yang bisa meluluskan. Tidak ada yang bisa intervensi hasil ujian ini. Begitu Anda klik selesai, nilai Anda langsung keluar dan tidak bisa diubah. Selain itu jalannya ujian ini juga turut dipantau oleh Ombudsman Provinsi Riau,” jelasnya.
Pada tahun ini, Kanwil Kemenkumham Riau mencatat ada 704 calon taruna maupun taruni mengikut seleksi. Pelaksanaan seleksi dijadwalkan selama dua hari hingga Rabu (24/7) yang dibagi menjadi empat sesi seleksi.(gem)
Laporan HENDRAWAN KARIMAN, Pekanbaru
Vonis ringan kasus penggelapan Rp7,1 miliar di Inhil tuai sorotan. Kejari siap banding, korban kecewa…
Sebanyak 45 jemaah haji Riau yang sempat tertunda kini telah diberangkatkan ke Tanah Suci dengan…
Wako Pekanbaru jemput dukungan pusat untuk percepat waste station dan penataan TPA, dorong sistem pengelolaan…
Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo di Bekasi Timur tewaskan 15 orang. Korban terjebak hingga…
Kemdiktisaintek tegaskan penghapusan prodi bukan kebijakan pusat, melainkan kewenangan kampus sesuai kebutuhan dan perkembangan.
Pertalite langka di Bangkinang akibat kuota bulanan habis. Pasokan tambahan terbatas, masyarakat diminta tetap tertib…