Categories: Nasional

Tabrakan KRL dan Argo Bromo, 15 Tewas, Korban Terjebak 9 Jam di Gerbong

BEKASI (RIAUPOS.CO) – Kecelakaan antara Kereta Rel Listrik (KRL) dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur menimbulkan korban jiwa dan luka, dengan sejumlah penumpang bahkan terjebak berjam-jam di dalam gerbong yang ringsek.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (27/4) malam sekitar pukul 20.55 WIB ketika KRL yang tengah berhenti ditabrak dari belakang oleh kereta jarak jauh.

Salah satu korban selamat, Endang Kuswati, harus bertahan selama sekitar sembilan jam di dalam gerbong khusus perempuan sebelum akhirnya berhasil dievakuasi pada Selasa pagi sekitar pukul 06.00 WIB.

Menurut keterangan keluarga, korban ditemukan dalam kondisi terjepit dan mengalami pembengkakan pada kaki dan tangan.

Ia menjadi bagian dari puluhan korban luka dalam insiden tersebut, sementara jumlah korban meninggal dunia tercatat mencapai 15 orang.

KRL yang melayani rute Kampung Bandan–Cikarang itu diketahui ditabrak KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Pasar Turi saat berhenti di jalur.

Benturan keras membuat bagian depan kereta jarak jauh masuk ke gerbong belakang KRL, menyebabkan kerusakan parah dan penumpang terhimpit di dalamnya.

Sejumlah saksi mata menggambarkan situasi penuh kepanikan setelah kejadian, dengan penumpang berusaha menyelamatkan diri dan membantu korban lain dari gerbong yang rusak.

Beberapa penumpang selamat mengaku bahwa tabrakan terjadi secara tiba-tiba tanpa sempat diantisipasi.

Data sementara menyebutkan seluruh korban meninggal berasal dari penumpang KRL, sedangkan seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

Pihak kepolisian menyebut kecepatan kereta yang menabrak mencapai lebih dari 100 kilometer per jam, sehingga menyebabkan dampak benturan sangat besar.

Saat ini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses penyelidikan oleh pihak terkait bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi.

Investigasi akan mencakup sistem persinyalan, komunikasi antarpetugas, serta prosedur keselamatan di jalur kereta.

Di sisi lain, peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya peningkatan sistem keselamatan transportasi, termasuk penanganan perlintasan sebidang yang dinilai masih berisiko tinggi.

Pemerintah menyatakan akan melakukan pembenahan, termasuk rencana pembangunan infrastruktur pendukung guna mengurangi potensi kecelakaan serupa di masa mendatang.(zak/sur/mif/idr/raf/shf/lyn/ttg/das)

Rinaldi

Recent Posts

Nurul Angely Juara Pertama Bintang Radio Kabupaten Kuansing 2026

Nurul Angely dari Kecamatan Kuantan Mudik berhasil keluar sebagai juara pertama ajang Bintang Radio Kabupaten…

18 jam ago

Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Berjalan Normal di Tengah Kabut Asap

Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional SSK II Pekanbaru berjalan aman dan normal meski Kota Pekanbaru…

2 hari ago

Opening Party Honda DBL 2026 Riau Bergulir Hari Ini di Gelanggang Remaja Pekanbaru

Kompetisi basket pelajar bergengsi Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau resmi bergulir mulai…

2 hari ago

Sidang Korupsi Kuansing: Sopir Zulkarnain dan Istri Suhardiman Amby Bersaksi

Persidangan kasus suap mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap alur pembayaran angsuran Pajero Sport dan penguasaan…

2 hari ago

Kabut Asap Makin Tebal, Disdikbud Pelalawan Liburkan Tatap Muka di 8 Kecamatan

Disdikbud Kabupaten Pelalawan memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di 8 kecamatan akibat memburuknya kualitas udara…

2 hari ago

Tabrakan Beruntun 10 Mobil di Lampung Akibat Asap Tebal, 2 Orang Meninggal

Kecelakaan beruntun melibatkan 10 kendaraan terjadi di Jalan Lintas Pantai Timur Sumatera, Tulang Bawang, Lampung…

2 hari ago