Categories: Riau

Tingkatkan Minat Baca

(RIAUPOS.CO) — Balai Bahasa Riau bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Provinsi Riau mengadakan pembinaan komunitas literasi untuk forum Taman Bacaan Masyarakat (TMB) Provinsi Riau. Acara yang mengangkat tema “Pengembangan Budaya Literasi Melalui Penguatan Jejaring Komunitas Literasi” itu diadakan di Ruang Wan Galib Dispusip Provinsi Riau, Kamis (23/5).

Terdapat 125 orang yang turut serta mengikuti acara tersebut dari Pekanbaru, Kampar, Rokan Hilir, Rokan Hulu, Siak, Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir. Turut hadir Kepala Dispusip Provinsi Riau Rahima Erna dengan narasumber acara pustakawan muda Dispusip Provinsi Riau Dodi Prayitno, Sekretariat TMB Adi Mir, dan Kepala Balai Bahasa Provinsi Riau Umar Sholikhan.

Kepala Bahasa Riau Umar Solikhan mengatakan, tujuan kegiatan ini adalah untuk menjalin silaturrahmi antara Balai Bahasa dan Forum Taman Bacaan Masyarakat di Riau. ‘’Balai Bahasa diminta Kemendikbud melakukan literasi untuk memajukan kehidupan,’’ katanya.

Selain itu juga untuk memperkuat jejaring pegiat literasi untuk bersinergi di Provinsi Riau. Seperti menyiapkan atau menyusun kegiatan buku berbahan literasi. Saat ini belum bisa dicetak secara massal, namun bisa diunduh di laman Balai Bahasa.

“Saat ini masih dibuka bahan bacaan literasi baik pramembaca, jenjang pembaca dini dan mahir. Akan ada lima pemenang yang layak untuk dijadikan bahan bacaan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dispusip Provinsi Riau Rahima Erna menjelaskan, literasi yang sekarang berbeda dengan dahulu. ‘’Sekarang tidak untuk kesejahteraan namun untuk transformasi kesejahteraan. Taman Bacaan Masyarakat (TMB) ke depan akan menggerakkan literasi yang didukung pemerintah dan swasta untuk good government,’’ sebutnya.

Rahima pun berpesan agar TMB melakukan sedekah buku dan membangun mindset masyarakat agar gemar membaca. TMB pun akan dijadikan kader maupun relawan untuk menggerakkan budaya baca dan mendata taman baca.

Di acara tersebut, Umar pun menjadi pemateri. Ia mengatakan, dari berbagai lembaga survei, dibandingkan dengan negara lain, literasi baca tulis masyarakat Indonesia termasuk rendah.  Yaitu berada di urutan 64 dari 75 negara. Sehingga perlu ada upaya untuk menaikkan tingkat literasi tersebut.

‘’Balai Bahasa melakukan survei di sembilan sekolah di Pekanbaru untuk pemetaan literasi. Nilanya, 200-300 untuk SMA sehingga bisa meraih tingkat tiga nasional. Sementara untuk guru lebih rendah nilainya dari pada siswa,’’ sebutnya.(*3/yls)

Laporan MARRIO KISAZ, Kota

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Ketua DPRD Kuansing Diperiksa KPK Selama 12 Jam, Kuasa Hukum Beberkan Materi Pemeriksaan

Ketua DPRD Kuansing Juprizal diperiksa KPK selama 12 jam terkait pelepasan kawasan hutan. Kuasa hukum…

2 hari ago

Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara, Uraikan Dugaan Aliran Uang Rp2,4 Miliar

Jaksa KPK menuntut Abdul Wahid 8 tahun 6 bulan penjara dan mengungkap lima dasar tuntutan…

2 hari ago

Bupati Meranti Ingatkan Pilkades 2026 Jangan Sampai Picu Perpecahan

Bupati Kepulauan Meranti mengajak masyarakat menjaga persatuan saat Pilkades 2026 dan menyiapkan hadiah umrah bagi…

2 hari ago

Nelayan Korban Serangan Buaya di Rokan Hilir Meninggal Setelah Dirawat Intensif

Nelayan korban serangan buaya di Sungai Rokan meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat intensif. Korban…

2 hari ago

Tiga PKS di Rohul Masih Beli TBS Sawit di Bawah Harga Provinsi, Petani Diminta Lebih Selektif

Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…

2 hari ago

Pelabuhan Penumpang Dumai Resmi Jadi Kawasan Non Tunai, Pembayaran ke Malaysia Kini Bisa Pakai QRIS

Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…

3 hari ago