Kabut asap tebal masih menyelimuti Kota Pekanbaru, Sabtu (21/9/2019). Gedung-gedung tinggi yang berada dipusat Kota dan Masjid Raya An-Nur Provinsi Riau seperti ditelan pekatnya kabut asap. (DEFIZAL/Riau Pos)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Langit di Riau, khususnya Pekanbaru tak lagi membiru. Bahkan, Sabtu (21/9), kondisi langit terlihat kelabu (abu-abu). Tak ada tanda-tanda musibah kabut asap di Riau akan berakhir. Bahkan, kualitas udara masih dalam level berbahaya karena operasi TMC atau hujan buatan yang dilakukan belum juga berhasil.
Plh Kapusdatin dan Humas BNPB Agus Wibowo menyatakan operasi TMC masih terus dilakukan. Di Riau, sebanyak 800 kilogram bahan penyemai disebar di udara wilayah Pelalawan, Indragiri Hulu, dan Kuantan Singingi. Sampai laporan ini ditulis belum ada laporan hujan.
Jumlah yang sama juga disebar di Kalimantan Barat meliputi wilayah-wilayah Pontianak, Kuburaya dan Landak. "Untuk Riau belum sukses menurunkan hujan. Namun Kepala BPBD Kalbar melaporkan terjadi hujan di Kecamatan Entikong dan Kabupaten Sanggau," jelas Agus, kemarin.
Sementara itu, hingga sore kemarin (21/9), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat pantauan titik api kategori sedang dan tinggi untuk berjumlah 2.288 titik untuk seluruh Indonesia. Sedang pantauan titik api untuk 6 provinsi prioritas pemadaman karhutla adalah Riau 114 titik, Jambi 408 titik, Sumatera Selatan 219 titik, Kalimantan Barat 266 titik, Kalimantan Tengah 810 titik dan Kalimantan Selatan 74 titik.
Kondisi 6 provinsi dalam keadaan berasap dengan kualitas udara berdasar konsentrasi PM10 adalah Riau 314 (berbahaya), Jambi 238 (sangat tidak sehat), Sumatera Selatan 155 (tidak sehat), Kalimantan Barat 324 (berbahaya), Kalimantan Tengah 409 (berbahaya) dan Kalimantan Selatan 22 (baik).
Agus Wibowo menyatakan, di Sumatera angin bertiup ke arah barat laut, dari Sumsel mengarah ke Jambi dan Riau. Sehingga asap dari Sumsel dan Jambi masuk ke Riau. Terdapat titik api yang sangat besar asapnya di Desa Bayung Lencir, Kabupaten Musi Bayu Asin, Sumsel yang berdekatan dengan perbatasan Provinsi Jambi.
Agus mengatakan, titik api ini sudah menyala sejak pertengahan Agustus 2019 belum bisa dipadamkan. Titik terbakar mengeluarkan asap sangat besar dan tertiup angin mengarah ke Jambi dan Riau. Untuk memadamkan titik api ini dikerahkan 400 personel yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, masyarakat serta mahasiswa.
>>Berita selengkapnya baca Riau Pos hari ini.
Laporan Tim Riau Pos dan JPG
Editor : Rinaldi
Pemkab Rohul mencatat realisasi APBD 2025 sebesar Rp1,9 triliun atau 92,87 persen dan kembali meraih…
Mahasiswa FK Unri mengubah lahan kosong di Teluk Makmur, Dumai, menjadi kebun TOGA produktif untuk…
Disdik Riau mengumumkan 70.616 peserta lulus SPMB 2026. Bagi yang belum diterima, tersedia 2.179 kursi…
Pemko Pekanbaru menargetkan perbaikan jalan rusak lebih dari 42 km pada 2026, disertai pembangunan drainase…
Buron 3 tahun kasus 15 kg sabu di Bengkalis berinisial A (48) akhirnya ditangkap Polres…
DPRD Kampar melantik Idris sebagai anggota PAW Fraksi PAN untuk sisa masa jabatan 2024–2029 dalam…