Categories: Riau

Persoalan Kelapa Dibahas di Binagraha

(RIAUPOS.CO)  — Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan, yang juga mewakili Koalisi Kabupaten Penghasil Kelapa (Kopek), menyampaikan berbagai persoalan kelapa kepada Kepala Staf Kepresiden RI, Jend (Purn) Moeldoko, Jumat (21/6).

Saat itu, Bupati Inhil yang didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Inhil H Said Syarifuddin, memaparkan permasalahan anjloknya harga kelapa di Indonesia. Oleh karenanya, dia berharap persoalan itu dapat menjadi perhatian pemerintah pusat.

Pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam itu dilaksanakan di ruang Rapat Utama Kantor Staf Presiden Gedung Binagraha Lantai 2 Jalan Veteran III Jakarta Pusat. Kesempatan itu diharapkan menjadi pintu masuk peningkatan terhadap perkelapaan di Nusantara.

‘’Dalam pertemuan tadi, saya mewakili Ketua (KOPEK). Saya menyampaikan secara langsung kepada Moeldoko tentang kondisi perkelapaan secara nasional, khususnya di Kabupaten Inhil, “ungkap bupati.

Menurut Wardan, pada pertemuan tersebut dirinya juga menerangkan secara lengkap tentang potensi perkelapaan di Indonesia. Namun saat ini sebagian besar perkebunan kelapa tersebut dalam kondisi rusak dan sudah tidak produktif lagi. Termasuk mengenai kondisi trio tata air yang terdiri dari tanggul mekanik, manual dan pintu klep yang semuanya itu perlu dibenahi.

Dirinya meyakini program penyelamatan kebun kelapa melalui pola pembangunan trio tata air menjadi solusi efektif dalam mengatasi persoalan kerusakan kebun kelapa masyarakat.
‘’Maka kita mengharapkan kerusakan perkebunan kelapa yang besar itu dapat dibantu melalui pusat,” jelas bupati.

Selama ini, kata bupati, perbaikan trio tata air tidak mendapatkan nama nomenklatur yang tepat untuk usulan kepada pemerintah pusat. Hal inilah yang diharapkan menjadi perhatian dan meminta pusat mengeluarkan kebijakan bagi penyelamatan perkebunan kelapa.

“Kalau mengenai anjloknya harga kelapa saat ini, ternyata terjadi diseluruh daerah penghasil kelapa, jadi bukan hanya di Kabupaten Inhil saja,” sebutnya.

Permasalahan itulah yang menjadi pembahasan serius bersama di Kopek, dengan didukung oleh pemerintah untuk melakukan berbagai terobosan dalam upaya memperbaiki harga kelapa di pasaran.

Selama ini agenda penguatan kelapa nasional terus berjalan, baik secara nasional maupun internasional, apalagi melihat tren terus menguatnya kelapa secara global. Trend ini jelas terlihat dari berubahnya Asian and Pasific Coconut Community (APCC) menjadi International Coconut Community (ICC).

Menanggapi hal itu, Kepala Staf Kepresidenan RI Moeldoko, merespon persoalan tersebut dan akan segera menindak lanjutnya.(adv)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Meriah! Festival Perang Air Selatpanjang Digelar 17–22 Februari, Resmi Masuk KEN 2026

Festival Perang Air Meranti kembali digelar 17–22 Februari 2026. Tradisi budaya ini resmi masuk Karisma…

1 hari ago

Pria 46 Tahun di Inhu Diamankan Polisi, Diduga Cabuli Anak Tiri yang Masih Balita

Polisi Inhu mengamankan pria 46 tahun yang diduga melakukan kekerasan seksual terhadap anak tiri berusia…

1 hari ago

Pustu Tak Layak, Warga Desa Patah Parang Terpaksa Melahirkan di Kantor Desa

Bangunan Pustu rusak parah membuat warga Desa Patah Parang terpaksa melahirkan di kantor desa. Perbaikan…

1 hari ago

Daftar Produk dan Harga ASICS Sonicblast di Blibli

Daftar Produk dan Harga ASICS Sonicblast di Blibli

2 hari ago

Pastikan UMK 2026 Dipatuhi, Pemko Pekanbaru Sidak Hotel dan Rumah Sakit

Disnaker Pekanbaru memperketat pengawasan UMK 2026 dengan menyidak hotel dan rumah sakit untuk memastikan gaji…

3 hari ago

Jelang Riau Pos Fun Bike 2026, Peserta Perorangan Tunjukkan Antusiasme Tinggi

Menjelang Riau Pos Fun Bike 2026, antusiasme peserta perorangan terus meningkat. Iven gowes massal ini…

3 hari ago