PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah pusat melalui Sekretariat Negara, telah memilih sapi kurban untuk Presiden Joko Widodo di Riau. Sapi yang dipilih tersebut adalah sapi milik peternak di Pekanbaru atas nama M Rois, warga Jalan Pelita, Labuh Baru Barat Pekanbaru.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Riau, Rahmat Setiyawan mengatakan, untuk keperluan sapi kurban presiden di Riau tersebut, awalnya pihaknya menyediakan tiga pilihan sapi yang semuanya berasal dari peternakan di
Pekanbaru. Tiga peternakan tersebut juga sudah langsung di survei oleh tim dari Sekretariat Negara didampingi tim dari Kementerian Pertanian.
“Sapi yang dipilih tersebut adalah sapi jenis persilangan antara brahman dan angus dengan bobot 879,5 kilogram. Sapi tersebut dibeli dengan harga Rp68 juta,” katanya.
Lebih lanjut dikatakannya, berdasarkan hasil evaluasi, baik proses administrasi, teknis dan harga sapi ini sudah sesuai dan wajar. Dari sisi harganya juga tidak jauh beda dengan harga yang ditawarkan yakni Rp77,5 juta.
“Dari hasil survei, sapi ini juga memenuhi syarat kesehatan hewan. Karena langsung dicek oleh tim dari Direktorat Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian,” sebutnya.
Sapi tersebut, lanjut Rahmat, nantinya akan diserahkan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau pada Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriyah. Rencananya, sapi ini akan diserahkan langsung oleh Gubernur Riau H Syamsuar, ke Pengurus Masjid Raya Annur Provinsi Riau.
“Seperti tahun lalu, sapi kurban presiden di Riau juga disembelih di Masjid Raya Annur. Nantinya pihak panitia kurban di Masjid Annur yang akan mengurusnya termasuk membagikan daging kurban kepada masyarakat yang memerlukan,” ujarnya.
Untuk diketahui, pada saat tim Sekretariat Negara mencari sapi kurban presiden di Riau, pihak Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Riau menyediakan tiga kandidat sapi. Pertama yakni sapi milik Aprizal, warga Jalan Purwodadi, Sialang Munggu, Tampan.
Sapi tersebut berjenis simental, dengan berat 820 Kg. Sapi kedua milik Agus warga Muara Fajar, Kecamatan Rumbai, jenis sapi mix dengan berat 779,5 kg. Sapi ketiga yakni milik Rois, warga Jalan Pelita, Sidomulyo Barat, jeni sapi persilangan brahman dan angus, dengan berat 879,5 Kg.(sol)
Konflik Timur Tengah picu lonjakan harga minyak global. Indonesia dinilai rentan akibat ketergantungan impor energi…
Hotel Aryaduta Pekanbaru ikut Earth Hour dengan aksi padamkan lampu. Kampanye ini ajak masyarakat peduli…
Lampu jalan di Jalan Sudirman Pekanbaru banyak tak berfungsi. Pengendara mengeluh karena gelap dan rawan…
ASN Pemprov Riau wajib kembali masuk kantor usai WFA berakhir. Pengawasan diperketat, tak ada toleransi…
Pemko Pekanbaru dorong kabel fiber optik dipindahkan ke bawah tanah. Langkah ini untuk menata kota…
Kecelakaan maut di Minas, Siak, dua pengendara motor tewas setelah ditabrak truk tangki. Diduga truk…