Ilustrasi - internet
MERANTI(RIAUPOS.CO) -Menindaklanjuti tanggapan Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti atas dugaan fasilitas prostitusi yang disediakan oleh Grand Meranti Hotel, Pol PP daerah setempat akan menelusuri kebenaran dari informasi tersebut.
Seperti dikatakan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kepulauan Meranti, Helfandi SE M.Si, "Yang jelas akan kita akan cek ulang dan telusuri kebenaran informasi itu, agar tidak bias," ujar kasat Pol PP Kepulauan Meranti, Helfandi.
Disampaikan mantan Camat Tebing Tinggi ini pihaknya sudah lama mendengar informasi terhadap aktifitas negatif di lokasi tersebut, namun ia mengaku akan menelusuri lebih dalam lagi.
"Nanti kita telusuri lagi secara mendalam. Yang punya usaha ini betul tidak bergerak di bidang ini, bisa saja izin yang diberikan bisa berubah. Dan jika ini menyimpang, nanti akan ada mekanisme yang harus dilewati," ujarnya
Seperti diberitakan sebelumnya, Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti Drs. H Said Hasyim mengaku akan menutup usaha tersebur jika memang managemen terbukti menyediakan fasilitas prostitusi.
"Kita akan perintahkan Satpol PP. Jika ada maksiat maka bisa dihilangkan maksiatnya," ungkapnya.
Terpisah Perwakilan Managemen Grand Meranto Hotel, melalui Manager Operasional Spa dan Sauna Hotel Grand Meranti, Ibnu Hasan kepada Riau Pos, mengaku hanya memberikan layanan Massage.
"Kami itu hanya menjual Massage. Kalau yang lain itu saya kurang ngerti. Nanti saya tanyakan atasan, saya cuma operasionalnya saja. Tapi yang saya tahu itu cuma Massage saja," kata Ibnu Hasan.
Secara detail Ibnu mengaku enggan berkomentar banyak, Ia mengarahkan awak media untuk mongkonfirmasi prihal itu langsung ke kepala divisi humas GM Hotel, Asin. "Bagusnya langsung ke Humas saja, dengan Pak Hasim. Tapi, beliau sedang di loar kota," ujar Ibnu.
Untuk mengkonfirmasi hal itu, Riau Pos berupaya menghubungi Asin melaluinpanggilan telp dan pesan singkat, namun hingga berita ini diterbitkan awak media tidak mendapat jawaban.(Wir)
Laporan: Wira Saputra
Editor: Rindra Yasin
Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…
Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…
Toyota Land Cruiser 300 GR-S yang diduga terkait kasus suap Bupati Kuansing tiba di Rupbasan…
Kasus dugaan pimpinan ponpes menjalin hubungan dengan santri hingga memiliki anak menghebohkan Kuansing. Polisi menyebut…
Diduga akibat microsleep, Bus Pelangi menabrak truk tronton di Tol Pekanbaru-Dumai. Dua penumpang tewas, 16…
Tiga orang meninggal dunia, satu hilang, dan tiga selamat setelah KM Gading 2 tenggelam di…