Categories: Riau

Proses Pencairan di BPKAD Mengacu ke Permendagri

(RIAUPOS.CO) — Beredarnya isu tentang sulitnya pencairan dana di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kuansing belakangan ini, membuat beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) sedikit mengeluh. Keluhan tersebut terkait terlalu ketatnya aturan yang diterapkan BPKAD.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala BPKAD Kuansing Hendra AP kepada wartawan, Ahad (19/5) menegaskan, dasar pengelolaan keuangan didasari pada Permendagri 13 tahun 2006, tentang pedoman pengelolaan keuangan daerah.
“Di dalamnya sudah ada aturan tentang tata cara pengelolaan keuangan daerah. Makanya kami meminta kepada OPD untuk disiplin dalam proses pengajuan dan pertanggungjawaban keuangan. Sebebarnya bukan sulit. Kita kan masih mengacu ke pola lama. Nah, ini yang membuat kita lalai,” ujar Hendra.
Hendra menambahkan, saat ini pemerintah daerah telah diwajibkan untuk menerapkan e-government. Dan satu di antaranya dalam sistem pengelolaan keuangan daerah yang harus menggunakan aplikasi Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah (SIPKD).
“Artinya, seluruh penggunaan uang tersebut harus tercatat dengan baik guna transparansi. Ini bukan hanya kebijakan daerah, tapi kebijakan nasional. Bahkan KPK memiliki perhatian khusus terhadap  hal ini. Makanya perlu kami luruskan, proses pengajuan dana dimulai dengan melakukan peng-input-an yang benar,” tambah Hendra.
Hendra menyayangkan adanya beberapa OPD yang masih memakai pola lama. Dengan pola lama tersebut, peng-input-an akan terasa rumit. Apalagi jika ada kesalahan, maka akan diulang dari awal.
“Intinya, BPKAD selaku Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (PPKD) atau pun selaku Bendahara Umum Daerah (BUD) tidak pernah memperlambat. Sepanjang persyaratan lengkap, prosesnya langsung dicairkan,” kata Hendra lagi.(adv)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Tabebuya Bermekaran, Wajah Kota Pekanbaru Berubah Jadi Lebih Indah

Bunga Tabebuya bermekaran di sejumlah ruas jalan Pekanbaru. Warga terpesona melihat pemandangan kota yang lebih…

3 hari ago

Kalam Kudus Menang di Dua Laga, Putra-Putri Melaju ke Final HSBL Selatpanjang

Kalam Kudus meraih dua kemenangan pada HSBL Selatpanjang 2026 dan memastikan tim putra-putri melaju ke…

3 hari ago

Mengarak Tabak hingga Makan Beradat, Tradisi Melayu Batang Peranap Kembali Digelar

Festival Adat Batang Peranap menampilkan Beghagak Tabak, Caca Inai dan Makan Beradat sebagai upaya melestarikan…

4 hari ago

Harga Dexlite Melonjak, Antrean Biosolar di Pelalawan Mengular

Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…

4 hari ago

Akses Pelabuhan Tanjung Harapan Dibangun Ulang, Ini Panjang dan Ketebalan Jalannya

Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…

4 hari ago

Lahan 221 Hektare Jadi Sorotan, Mitra Agrinas dan Ninik Mamak Koto Garo Saling Lapor

Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…

4 hari ago