Categories: Riau

Kapolda Riau Diberi Gelar Datuk Bandaro Alam

TELUKKUANTAN, (RIAUPOS.CO) – Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi mendapat gelar adat kehormatan dari Limbago Adat Nogori (LAN) Kuantan Singingi (Kuansing), Kamis (18/11). Pemberian gelar adat tersebut ditabalkan langsung Ketua LAN Kuansing Datuk Suhardiman Amby yang juga Plt Bupati Kuansing.

Kepada wartawan, Datuk Suhardiman mengatakan gelar yang diberikan kepada Irjen Agung adalah Datuk Bandaro Alam. Yang berarti orang pembesar yang memiliki kekuatan besar menjaga alam.

"Pemberian gelar adat kepada Kapolda Riau dengan sebutan Datuk Bandaro Alam memiliki makna orang pembesar yang memiliki kekuatan untuk menjaga alam," ungkap Suhardiman.

Ditambahkannya, adapun dasar pemberian gelar adat ini, dikarenakan sejak awal menjabat kapolda dinilai berhasil menjaga alam Riau tetap lestari. Bahkan sejak menjabat pada 2019 lalu, Bumi Lancang Kuning terbebas dari bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Bebasnya rakyat Riau menghirup jerebu atau asap ini tak bisa dilepaskan dari inovasi Agung menciptakan aplikasi Dashboard Lancang Kuning. Ia menegaskan, pemberian gelar ini telah dirapatkan oleh seluruh Limbago Adat Nagori, dan semuanya sudah bersepakat menyetujuinya.

"Kami telah melakukan koordinasi dengan Ketua Majelis LAN, Dr Edyanus Datuk Bisai dan Sekretaris LAN, gelar ini merupakan kehormatan bagi masyarakat Kuansing untuk memberikannya kepada Kapolda Riau," jelas Suhardiman.

Komitmen lainnya Kapolda Riau dalam menjaga alam adalah dengan keberhasilannya menangani Penambangan Emas Tanpa Izin  (PETI) yang marak serta sudah meresahkan warga Kuansing. Dampak lingkungan dari PETI ini seperti penggunaan merkuri serta kerusakan lingkungan lainnya.
"Keberhasilan menjaga alam ini merupakan bukti nyata dari komitmen Pak Kapolda. Di Kuansing, ada PETI dan illegal logging berhasil ditangani oleh Irjen Pol Agung Setya," paparnya.

Keberhasilan itu semua, sambung Suhardiman, maka di ujung gelar adat diberikan kata "Alam". Artinya, Agung berhasil menjaga kelestarian alam di Kuansing serta Riau ini.

Tak hanya berhasil menjaga alam Riau saja, Agung juga mampu menjaga keamanan dan ketertiban selama penyelenggaraan pilkada serentak 2020 di 9 kabupaten dan kota di Riau.

Bagi Kuansing, ujar Suhardiman, pilkada serentak 2020 kemarin yang damai menjadi bukti peran kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

"Selain itu, Kapolda Riau ini juga memiliki andil dalam penanggulangan dan pencegahan penyebaran Covid-19 dengan membuat aplikasi Bersama Selamatkan Riau saat ini digunakan," jelasnya.

Sebagai informasi, pemuka adat di LAN Kuansing merupakan orang diturunkan gelar adat dari keturunan leluhurnya, bukan diangkat seperti di Lembaga Adat Melayu. LAN Kuansing terdiri dari 2 rantau atau wilayah, antara lain Rantau Kuantan dan Singingi. Selain itu, LAN Kuansing merupakan lembaga berisikan organisasi tempat bersatunya pemuka adat, para datuk pucuk adat yang ada di negeri berjuluk Tali Tigo Sapilin tersebut.

Sementara itu Agung usai pemberian gelar adat menuturkan bahwa gelar datuk baginya tidak hanya sekadar gagah-gahan, punya bargaining dan seolah-olah punya kedudukan tinggi. Ditegaskan dia, pemberian gelar Datuk Bandaro Alam memiliki kekuatan untuk melindungi alam di Bumi Lancang Kuning.

Menurut Agung, para datuk dari LAN Kuansing memberikan penilaian secara objektif dari perspektif alur adat para datuk pucuk adat yang ada di Negeri Tali Tigo Sapilin. Bahkan menurut Kapolda, dalam hal ini terdapat nilai kemurnian adat yang tidak sedang dimanipulasi.

"Sehingga ada konsekuensi untuk menjadi warga budaya adat Kuantan Singingi," ujar Kapolda.

Dijabarkan Agung, di antaranya mendalami budaya lebih dalam. Dari perspektif para warga budaya dan unsur-unsur budaya yang hidup, seperti bahasa dan lainnya. Kemudian menjadi pembesar masyarakat adat harus menjadi api yang menggelora untuk menapak kemajuan peradaban.

 "Selanjutnya beradaptasi dalam kehidupan masyarakat adat dengan tetap menjaga profesionalisme sebagai anggota Polri, tidak menjadi centeng untuk kepentingan kelompok. Serta ikut secara aktif dalam upaya memajukan masyarakat budaya Kuansing," imbuhnya.

Dilanjutkan Agung, fokus untuk menjaga alam dengan segenap pengetahuan dan kompetensi yang dimiliki.
"Terima kasih, gelar ini untuk kami lekatkan dalam segenap perangkat pengetahuan yang saya yakini kebenarannya dalam menjalankan kehidupan sehari-hari," tuntasnya.(nda)

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Lewati Pembahasan Panjang, APBD Inhil Tahun 2026 Disepakati Rp2,05 Triliun

Setelah pembahasan panjang, DPRD Inhil resmi mengesahkan APBD Tahun Anggaran 2026 senilai Rp2,05 triliun dalam…

14 jam ago

Anthracite Bicycle Community Sawahlunto Kirim Lima Goweser ke Riau Pos Fun Bike 2026

Komunitas Anthracite Bicycle Community Sawahlunto memastikan keikutsertaan lima goweser dalam ajang Riau Pos Fun Bike…

15 jam ago

Harga Bahan Pokok di Pasar Selasa Tuah Karya Terpantau Menurun

Harga cabai dan bawang di Pasar Selasa Tuah Karya Panam terpantau menurun. Pedagang menyebut fluktuasi…

2 hari ago

Dari Koto Gasib ke Pekanbaru, SeSuKa Bike Siap Gowes di Fun Bike Riau Pos 2026

Komunitas SeSuKa Bike Koto Gasib-Siak memastikan ikut Riau Pos Fun Bike 2026 sebagai ajang silaturahmi…

3 hari ago

DPRD Minta Satpol PP Pekanbaru Lebih Tegas Tertibkan Usaha dan Bangunan Liar

Komisi I DPRD Pekanbaru menyoroti lemahnya pengawasan Satpol PP dan mendesak penegakan perda terhadap usaha…

3 hari ago

Vandalisme, Geng Motor, hingga Curanmor Lintas Provinsi Diungkap Polresta Pekanbaru

Polresta Pekanbaru mengungkap berbagai kasus viral, mulai vandalisme TMP, geng motor, curanmor lintas provinsi hingga…

3 hari ago