Salah satu tim memancangkan tiang dalam perlombaan Pemasangan Kontruksi Jaringan PLN di Lapangan Sampoerna Pekanbaru, Sabtu (19/10/2019). (*1/MIRSHAL/RIAUPOS.CO)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Selama dua hari, PLN mengadakan lomba pemasangan konstruksi jaringan PLN dan lomba pemasangan meter di Lapangan Sampoerna Pekanbaru, Jalan Tuanku Tambusai, Sabtu (19/10/2019). Setidaknya ada 23 mitra PLN dari Provinsi Riau dan Provinsi Kepulauan Riau yang turut berpartisipasi dalam perlombaan tersebut.
General Manager PLN Unit Induk Wilayah Riau dan Kepri, M Irwansyah Putra, pagelaran ini bersempena dengan peringatan Hari Listrik Nasional yang diperingati setip 27 Oktober. Selain itu, PLN juga ingin memberikan informasi serta edukasi kepada masyarakat seperti apa mekanisme pemasangan konstruksi jaringan PLN itu.
"Selain untuk meningkatkan rasa kekeluargaan sesama mitra kerja dan PLN. Sekaligus untuk meningkatkan dan sosialisasi K3 dalam pelaksanaan kerja. Gambaran kebersamaan itulah yang dilakukan dalam penyelesaian Listrik Desa," kata Irwansyah.
Sementara dari sisi eksternalnya, lanjut Irwansyah, pihaknya mencoba memberikan edukasi secara langsung kepada masyarakat apa tantangan PLN dalam melayani kebutuhan listrik mereka. "Secara detail disampaikan ke masyarakat," ucapnya.
Dalam kesempatan itu, PLN juga turun mengundang mahasiswa, terutama jurusan Teknik Universitas Riau dan Universitas Islam Negeri Syarif Kasim (UIN Suska) Riau sembari melihat perlombaan. Namun juga untuk mempelajari proses listrik bisa teraliri di rumah-rumah.
"Sangat bagus acara tersebut, kami bisa melihat langsung mulai dari penggalian tanah untuk tiang, tiang terpasang dan proses pemasangan jaringan, semuanya dilakukan manual," ujar Ayu perwakilan dari mahasiswa.
Senada dengan itu, Johari warga Pekanbaru yang melintas juga menyempatkan berhenti untuk menyaksikan gelaran lomba tersebut. "Baru kali ini saya menyaksikan bagaimana PLN membangun jaringan, ternyata sangat menantang, seru dan menarik", pungkas Johari.
Laporan: *1/Muslim Nurdin
Editor: Rinaldi
JCH asal Pekanbaru meninggal dunia di Batam setelah menjalani perawatan hampir sebulan sebelum keberangkatan haji.
Kecelakaan tunggal di Tol Pekanbaru–Dumai diduga akibat microsleep. Dua orang meninggal dunia, enam luka berat.
Sidang Abdul Wahid kembali digelar. Jaksa KPK menyoroti CCTV rusak dan temuan barang mewah saat…
PSSI Riau masih mengupayakan tambahan kuota Liga 4 nasional agar Energi Bintang Riau berpeluang menyusul…
Gerakan Pangan Murah di Tembilahan dipadati warga yang berburu kebutuhan pokok terjangkau menjelang Hari Raya…
Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Logas selesai dibangun dan diharapkan mempermudah mobilitas serta aktivitas…