Kota Pekanbaru masih diselimuti asap meski ketebalan asap telah jauh berkurang.
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Kepulan kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau menyebabkan kualitas udara masih dalam kondisi tidak sehat dan berbahaya, Selasa (17/9). Pekatnya asap tampak dari gedung tinggi hingga jalan protokol yang samar-samar tertutup kabut putih bercampur partikel debu tersebut.
Bahkan hal ini tampak pula dari papan indeks standar pencemaran udara (ISPU) yang berada di Jalan Jendral Sudirman tetapnya berada di kawasan halte mal pelayanan publik (MPP) Pemerintah Kota Pekanbaru masih dalam kategori tidak sehat.
Disebutkan oleh Kepala Laboratorium Udara Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pekanbaru, Syahrial menyebut angka ISPU terbaru pukul 15.00 WIB yang berlaku hingga waktu yang sama esok hari mencapai 153.
"Level kualitas udara masih kuning alias tidak sehat," katanya.
Kondisi ini sendiri telah berlangsung selama satu pekan. Namun begitu, angka ini jika dibandingkan sebelumnya mengalami penurunan hingga 43.
"Kualitas udara (pm10) pada 16-17 september sampai pukul 15.00 WIB capai angka 194 dengan kategori tidak sehat," tutupnya. (*1)
Editor: Erizal
Kampung Terendam di Pekanbaru resmi menjadi Kampung Tangguh Antinarkoba sebagai simbol perang melawan peredaran narkotika.
Perjuangan Daerah Istimewa Riau terus berlanjut setahun setelah deklarasi bersama, dengan dukungan ratusan organisasi masyarakat.
Rohil siapkan aplikasi digital terintegrasi untuk memudahkan wisatawan saat menghadiri perhelatan budaya Bakar Tongkang.
Pemko Pekanbaru membongkar bangunan liar di aset pemerintah kawasan Jalan Sudirman Ujung, Rumbai, menggunakan alat…
Polda Riau mengungkap dugaan peredaran sabu di Rantau Kopar, Rohil. Seorang pria diamankan, lokasi penggerebekan…
Wakil Rektor Akademik Unri, Dr Mexsasai Indra resmi maju sebagai bakal calon Rektor Unri periode…