Categories: Riau

KPK Dalami Tipikor di Riau

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Komisi Pemberan­tasan Korupsi (KPK) menegaskan, penahanan tersangka tindak pidana korupsi atas pengembangan kasus berbeda dengan operasi tangkap tangan (OTT). Sehingga dalam perkara yang melibatkan Bupati Bengkalis Amril Mukminin dan Wali Kota (Wako) Dumai Zulkifli AS perkara berbeda. Lembaga antirasuah enggan gagah-gagahan, dan masih terus mendalami penyelidikan terhadap dua kepala daerah tersangka di Riau tersebut.

 

Juru Bicara KPK RI Febri Diansyah mengatakan dalam penahanan tersangka, ada batasan masa yang harus diikuti hingga penyelidikan tuntas.

"Tim masih terus mendalami, penyelidikan berjalan. Jangan karena ingin gagah-gagahan lalu ditahan. Kasus korupsi adalah kasus yang rumit, tidak mungkin dilakukan dalam waktu singkat," kata Febri kepada Riau Pos.

Pendalaman penyelidikan yang dilakukan KPK,ujar Febri, seperti penggeledahan beberapa hari lalu di Kota Dumai. Zul AS (sapaan akrab Zulkifli AS) seperti diketahui telah ditetapkan tersangka pada 3 Mei. Kemudian masih di bulan Mei, tepatnya pada tanggal 16, giliran Bupati Bengkalis Amril Mukminin menyandang status tersangka. Beberapa waktu sebelumnya, tim KPK juga turun ke Bengkalis dan menggeledah beberapa lokasi, termasuk kantor DPRD Bengkalis.

Menurut Febri, soal penahanan, memang pihaknya di Gedung Merah Putih, Kuningan Jakarta memiliki prosedur yang tidak sembarangan. Terhadap tersangka tindak pidana korupsi yang tidak OTT, ujar Febri, ada yang namanya batasan masa penahanan. Karena tersangka hanya boleh ditahan 20 hari lalu diperpanjang 40 hari.

"Jika nanti setelah ditahan 60 hari penyelidikan belum selesai, maka terpaksa dilepaskan. Jadi kita tidak boleh sembarangan menahan," akunya.

Sebelumnya dijelaskan Febri, ada beberapa alasan sehingga tersangka korupsi di Riau belum ditahan. "Penahanan dilakukan jika sudah memenuhi alasan objektif dan subjektif," kata Febri.

Ditegaskannya, proses penanganan perkara korupsi yang melibatkan pejabat tinggi negara maupun kepala daerah dan unsur pimpinan daerah tidak ada yang berbeda. Pihaknya tetap memberi atensi dengan melengkapi alat bukti sesuai UU Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

"Prosesnya berjalan sama dengan kasus lain. Nanti jika ada perkembangan akan diinformasikan lagi," sambungnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bupati Bengkalis Amril Mukminin ditetapkan KPK sebagai tersangka diduga menerima Rp5,6 miliar dari PT Citra Gading Asritama (CGA), yang merupakan rekanan proyek pembangunan Jalan Duri-Sungai Pakning di Kabupaten Bengkalis. Sementara Zul AS, Wali Kota Dumai menyandang status tersangka dalam kasus dugaan suap mantan pejabat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Yaya Purnomo. Selain itu, Zulkifli juga disangkakan menerima gratifikasi.(egp)

Editor: Arif Oktafian

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Kabut Asap Karhutla Memburuk, 2.394 Warga Indragiri Hulu Terserang Penyakit ISPA

Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hulu mencatat sebanyak 2.394 warga terserang ISPA akibat kabut asap karhutla…

5 jam ago

Tembus 1.687 Pelamar di Hari Pertama, Job Fair Perdana Rohul Dibanjiri Pencari Kerja

Sebanyak 1.687 pencari kerja memadati halaman Kantor Bupati Rokan Hulu pada hari pertama Job Fair…

5 jam ago

Tim Putra SMA Darma Yudha Pertahankan Gelar Juara Honda DBL 2026 Riau

Tim basket putra SMA Darma Yudha Pekanbaru sukses mempertahankan gelar juara Honda DBL with Kopi…

6 jam ago

Menginap di Kamar Deluxe Cuma Rp455 Ribu, Hotel Mutiara Merdeka Hadirkan Paket “Koper”

Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru menghadirkan promo bulanan bertajuk Paket "Koper" dengan tarif Rp455 ribu per…

2 hari ago

Tingkatkan Kualitas Pembelajaran, Mahasiswa Pascasarjana UNRI Dampingi Guru MTsN 1 Kampar Kembangkan AI

Mahasiswa Magister Pendidikan Matematika FKIP UNRI mendampingi 45 guru MTsN 1 Kampar dalam memanfaatkan ChatGPT…

2 hari ago

Sekda Inhu Zulfahmi Adrian Koordinasi dengan BKN Atasi Polemik SK 247 Kepala Sekolah

Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu belum menerbitkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan bagi 247 kepala sekolah yang…

2 hari ago