Categories: Riau

Pemkab Akan Tertibkan Penangkaran Walet Berpotensi Datangkan PAD

(RIAUPOS.CO) — Makin maraknya usaha penangkaran walet yang berada di lingkungan masyarakat terkesan tidak beraturan. Maka Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar akan menertibkan melalui peraturan daerah (perda). Hal ini juga menimbang begitu tingginya minat masyarakat dalam mengembangkan penangkaran walet di berbagai daerah di Kabupaten Kampar.

Pembahasan ini langsung dipimpin Sekda Kampar Yusri beberapa waktu lalu bersama Kapolres Kampar AKBP Andri Ananta Yudhistira, Kasatpol PP Nurbit dan sejumlah satuan kerja terkait. Pemkab, menurut sekda, melihat banyaknya di antara usaha penangkaran walet tersebut tidak sesuai dengan peruntukannya, hingga ini berdampak pada kenyamanan masyarakat sekitar.

‘’Perlu ada kajian, karena kini sarang walet itu ada juga yang dibangun di lingkungan tempat tinggal di kawasan yang padat penduduk. Oleh sebab itu Pemkab Kampar mewacanakan pengaturan terhadap penangkaran dan usaha walet tersebut. Di samping itu juga akan memberikan kontribusi terhadap daerah sebagai pendapatan asli daerah (PAD),’’ sebut Yusri.

Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto menurut sekda, menargetkan Badan Pendapatan Daerah Kampar (Bapenda) untuk segera merancang Peraturan Bupati (Perbup) tentang Pajak Sarang Burung Walet yang beroperasi di daerah Kabupaten Kampar. ‘’Diharapkan Bapenda dalam sepuluh hari sejak rapat ini untuk membuat Peraturan Bupati tentang Pajak Rumah Burung Walet yang beroperasi di wilayah Kabupaten Kampar,’’ ucap Yusri.

Selain itu Yusri mengatakan manfaat yang diterima dari pajak tersebut adalah dapat menambah pemasukan kas daerah. Yang tentu nantinya dapat dipergunakan sebagai tambahan kas pemda dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kampar. Yusri juga meminta pihak terkait untuk segera mendata tempat-tempat penangkaran walet yang ada di Kabupaten Kampar. Selain itu dirinya juga mengharapkan Tim Yustisi untuk aktif dalam merapikan sistem perpajakan tentang walet.

Terkait dasar penetapan itu, sekda menyebutkan sebenarnya hal itu sudah diatur dalan Perda tentang Perpajakan Walet. Bahkan sudah selesai pada tahun 2010 yang lalu. Hanya saja kini Pemkab Kampar perlu Perbup untuk merealisasikannya. Dalam waktu dekat, sekda juga memastikan turunnya Tim Yustisi untuk menertibkan pengusaha walet. Langkah-langkah persuasif akan dilakukan. Selain itu, para pemilik diminta merelakan untuk menyisihkan sebagian penghasilannya berupa pajak kepada Pemkab Kampar.(adv)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Anak Kuansing Jago Bahasa Asing Bakal Punya Peran Khusus di Pacu Jalur 2026

Pacu Jalur Kuansing 2026 ditargetkan mendunia dengan melibatkan anak daerah penguasaan bahasa asing dan promosi…

14 jam ago

Kecelakaan di Kelok 17 Limapuluh Kota, Empat Warga Pekanbaru Jadi Korban

Kecelakaan truk dan SUV di Kelok 17 menewaskan satu warga Pekanbaru. Tiga korban selamat setelah…

14 jam ago

5.000 Mangrove Ditanam di Desa Penyengat Pesisir Siak, Warga Bergerak Sebelum Abrasi Makin Parah

Warga Penyengat, Siak, menanam 5.000 mangrove secara swadaya untuk melindungi pesisir dari abrasi dan menjaga…

2 hari ago

Pamit Keluar Rumah, Gadis 19 Tahun di Pekanbaru Tak Bisa Dihubungi

Tsabita Salsabila, 19 tahun, dilaporkan hilang di Pekanbaru. Ponselnya terakhir terdeteksi di Jalan Swakarya setelah…

2 hari ago

Gempa M7,7 Hantam NTT, 20 Orang Meninggal dan 2 Masih Tertimbun

Gempa M7,7 mengguncang NTT dan menewaskan 20 orang. Enam warga luka-luka dan dua lainnya masih…

2 hari ago

Mobil Konsumen Terbakar Saat di SPBU Pelalawan, Pertamina Amankan Lokasi dan Periksa CCTV

Kendaraan konsumen terbakar di SPBU Bandar Petalangan, Pelalawan. Pertamina menghentikan operasional sementara dan masih menyelidiki…

2 hari ago