Categories: Riau

Pembuatan Tapal Batas PT NWR Berujung Bentrok

LANGGAM (RIAUPOS.CO) — Bentrok antara masyarakat Kecamatan Langgam dengan PT Nusa Wana Raya (NWR) kembali terjadi. Di mana pada awal 2020 lalu, bentrok terjadi antara perusahaan HTI (NWR) dengan masyarakat Pangkalan Gondai yang ter­gabung dalam KKPA PT Peputra Supra Jaya. Kali ini, karyawan perusahaan tersebut kembali bentrok dengan masyarakat Dusun Mamahan Jaya Desa Gondai, Senin (14/9) siang lalu sekitar pukul 13.40 WIB.

Humas PT NWR Abdul Hadi ketika dikonfirmasi Riau Pos, Selasa (15/9) membenarkan hal itu. Akibat bentrok tersebut, satu unit mobil operasional serta satu unit kendaraan alat berat milik perusahaan mengalami kerusakan oleh sekelompok warga. Selain itu, beberapa sekuriti PT NWR juga mengalami luka-luka yang telah divisum oleh tenaga medis Puskesmas Langgam.

"Dan kami juga telah melaporkan kejadian ini kepada Polres Pelalawan yang telah mengerahkan personel untuk turun ke lapangan guna me­ngungkap kasus ini," terangnya.

Diungkapkannya, bentrok tersebut bermula saat PT NWR melakukan pekerjaan pembuatan parit batas konsesi perusahaan dengan menggunakan tiga unit alat berat (ekskavator) di areal HPHTI PT NWR Dusun Mamahan Jaya Desa, Senin (14/9) pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Sebelum melakukan pembuatan batas, tim dari PT NWR sudah melakukan sosialisasi melalui kepala dusun setempat untuk menunjukkan batas batas konsesi yang akan dibuat.

"Dan saat itu sudah tidak ada masalah, karena memang tidak ada pembuatan batas ini bersentuhan dengan lahan atau kebun masyarakat," paparnya.

Hanya saja, sambung Humas NWR ini, sekitar pukul 13.00 WIB, tiba-tiba mencul sekelompok masyarakat Dusun Mamahan Jaya yang diperkirakan sebanyak 50 orang, mendatangi lokasi alat berat PT NWR bekerja. Kelompok masyarakat ini memaksa agar aktivitas alat berat perusahaan dapat dihentikan. Pasalnya, mereka mengklaim lokasi tersebut merupakan areal tanaman kelapa sawit milik masyarakat Dusun Mamahan Jaya.

"Karena adanya komplain sekelompok masyarakat ini, maka manajemen NWR akhirnya kembali menggelar perundingan sekitar pukul 13.30 WIB. Perundingan ini dipimpin Kadus Mamahan Jaya Khaidir. Alhamdulillah perundingan ini berjalan dengan kondusif. Pasalnya kadus sudah menjelaskan yang diterima masyarakat, lahan itu batas konsesi NWR, sehingga perusahaan diminta dapat melanjutkan pekerjaan," bebernya.

Namun, lanjut Abdul Hadi, saat masyarakat hendak membubarkan diri, tiba-tiba sekitar pukul 13.40 WIB, muncul sejumlah oknum masyarakat yang melakukan provokasi yang berujung pelemparan ke arah karyawan PT NWR dan merusak mobil perusahaan. Dan untuk menghindari agar situasi tidak memanas, maka para pekerja PT NWR akhirnya pergi meninggalkan lokasi tersebut.

Kapolres Pelalawan AKBP Indra Wijatmiko SIK didampingi Kasat Reskrim AKP Ario Damar saat dikonfirmasi membenarkan adanya bentrok antara masyarakat degan sekuriti perusahaan. Insiden itu mengakibatkan timbulnya korban luka-luka dari kedua belah pihak.

"Ya, saat kejadian, saya bersama personel langsung turun ke lokasi untuk menyelesaikan konflik yang terjadi dan mengamankan situasi. Dan memang ada sedikit chaos di lokasi, sehingga sejumlah korban dari kedua belah pihak mengalami luka-luka. Sedangkan saat ini kondisinya sudah aman dan kondusif," sebut Kapolres.(amn)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Tabebuya Bermekaran, Wajah Kota Pekanbaru Berubah Jadi Lebih Indah

Bunga Tabebuya bermekaran di sejumlah ruas jalan Pekanbaru. Warga terpesona melihat pemandangan kota yang lebih…

2 hari ago

Kalam Kudus Menang di Dua Laga, Putra-Putri Melaju ke Final HSBL Selatpanjang

Kalam Kudus meraih dua kemenangan pada HSBL Selatpanjang 2026 dan memastikan tim putra-putri melaju ke…

2 hari ago

Mengarak Tabak hingga Makan Beradat, Tradisi Melayu Batang Peranap Kembali Digelar

Festival Adat Batang Peranap menampilkan Beghagak Tabak, Caca Inai dan Makan Beradat sebagai upaya melestarikan…

3 hari ago

Harga Dexlite Melonjak, Antrean Biosolar di Pelalawan Mengular

Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…

3 hari ago

Akses Pelabuhan Tanjung Harapan Dibangun Ulang, Ini Panjang dan Ketebalan Jalannya

Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…

3 hari ago

Lahan 221 Hektare Jadi Sorotan, Mitra Agrinas dan Ninik Mamak Koto Garo Saling Lapor

Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…

3 hari ago