Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Gubernur Riau Syamsuar, dan rombongan naik heli patroli di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, untuk meninjau lokasi karhutla. (DEFIZAL / Riau Pos)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Gubernur Riau (Gubri) Drs H Syamsuar MSi meminta para bupati dan wali kota menambah relawan untuk memadamkan api di lokasi karhutla. Hal itu dimaksudkan agar upaya pemadaman dapat segera teratasi.
Para relawan tersebut, ujar Gubri, nantinya akan bergabung dengan tim satgas darat yang saat ini sudah bekerja di lokasi-lokasi yang terdapat titik api. Di mana jumlah satgas darat yang ada saat ini sebanyak 5.809 personel gabungan dari TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, serta Masyarakat Peduli Api.
"Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto juga sudah menambah pasukan dari unsur TNI sebanyak 350 orang. Mudah-mudahan dengan penambahan pasukan ini, upaya pemadaman akan bisa lebih cepat dilakukan," harapnya.
Pada Ahad (15/9) siang, Gubri bersama Panglima TNI dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian juga melakukan tinjauan ke lokasi karhutla di Pelalawan. Tepatnya di Desa Kerumutan. Di lokasi itu, menjadi salah satu fokus tim satgas karena berdekatan dengan lokasi sumur-sumur minyak bumi.
"Ada 109 sumur minyak di lokasi itu, jadi harus segera dipadamkan. Memang api di lokasi itu sudah padam, namun masih ada asapnya," sebutnya.
>>Berita selengkapnya baca Riau Pos hari ini.
Laporan : Tim Riau Pos
Editor : Rinaldi
Warga Duri tertipu Rp7 juta dengan modus janji kerja. Pelaku berhasil ditangkap polisi setelah korban…
Pelatih Timnas U-17 Kurniawan targetkan juara AFF 2026. Tekankan mental juara sebagai persiapan menuju Piala…
Mangrove di Inhil menyusut drastis, picu abrasi dan banjir. Warga mulai menanam kembali demi menyelamatkan…
Wako Pekanbaru tinjau lokasi kebakaran di Senapelan dan pastikan bantuan untuk korban. Satu rumah hangus,…
Kuansing gagal meraih Adipura 2025 akibat masalah sampah. Kondisi kebersihan Telukkuantan dinilai belum memenuhi standar…
Kebakaran terjadi di ruang panel Fakultas Saintek UIN Suska Pekanbaru. Diduga akibat korsleting listrik saat…