Categories: Riau

Gajah Liar Masuk Perbatasan Pekanbaru

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau mencatat, sejak 30 Mei sampai 3 Juni 2019 lalu, ada sebelas ekor gajah liar masuk ke perkebunan dan merusak beberapa batang sawit dan pondok milik masyarakat. Tepatnya di Kecamatan Minas, Rumbai dan Tapung.

“Ada sebelas ekor kelompok gajah liar saat ini masuk di Kecamatan Rumbai, Pekanbaru,” kata Kepala Bidang Wilayah II BBKSDA Riau Heru Sutmantoro kepada Riau Pos, Sabtu (15/6).

Meningkatnya aktivitas gajah liar di areal perkebunan, lanjut Heru, terlebih lagi saat menjelang Idulfitri, ini disebabkan pada saat itu banyak areal kebun yang ditinggalkan oleh pemilik maupun buruh kebun yang pulang ke kampung halamannya. “Sehingga gajah liar merasa bebas dan tidak terganggu melakukan aktivitasnya,” ucapnya.

Kecamatan yang dilewati kawanan gajah liar itu, merupakan wilayah perbatasan dengan Kota Pekanbaru. Maka, petugas yang berjaga menggunakan petasan untuk menghalau satwa liar dilindungi itu menuju areal aman, yakni Tahura Minas.

“Di samping itu, petugas juga terus melakukan monitoring pergerakan gajah liar tersebut, agar tidak memasuki kawasan perumahan penduduk,” tambahnya.

Selain itu, gajah liar itu juga digiring menuju Kecamatan Tapung, Kampar. Di mana, terdapat areal hutan tanaman industri (HTI).

“Nantinya, gajah liar digiring untuk menyeberang Sungai Siak. Walau sungai ini dalam, tapi ada titik-titik tertentu yang agak dangkal, di sana biasanya gajah ini akan menyeberang sungai,” ucapnya.

Dijelaskannya, gajah-gajah itu memang selalu mengitari kawasan Kecamatan Minas, Tapung dan Rumbai. Maka dari itu, ia beserta jajarannya tetap memastikan pergerakan gajah supaya tidak memasuki kawasan penduduk. “Karena memang, kelompok ini selalu memutar di tiga wilayah itu,” ucapnya.

Menurutnya, sampai saat ini posisi kawanan gajah liar masih berada di wilayah Pekanbaru. Timnya tetap mengupayakan melakukan penggiringan supaya menjauh dari Pekanbaru.

“Ada empat petugas kami yang terus silih berganti mengawasinya sejak bulan Ramadan hingga Idulfitri dan sampai saat ini. Kami tidak gunakan gajah latih, hanya tim empat orang saja yang bekerja. Semoga tim bisa menggiring tanpa hambatan, “ tutupnya.

Rusak Rumah

Kawanan gajah liar ini tidak saja merusak tanaman milik warga sekitar, akan tetapi juga merusak rumah warga yang bermukim di lahan sawit. Kedatangan kawanan gajah tersebut juga menjadi salah satu penyebab warga takut untuk tinggal di rumah. “Tanaman sawit saya banyak yang rusak, selain itu ada juga tanaman kurma yang memang saya tanam khusus juga rusak,” ujar Husni Thamrin, warga Rumbai.(*1/jrr)

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Sidang Korupsi Abdul Wahid, Saksi Sebut Dana Rp1 Miliar Dilaporkan Langsung ke Gubernur

Saksi mahkota Dani Nursalam mengaku melaporkan penerimaan dana Rp1 miliar dari Arief Setiawan kepada Abdul…

14 jam ago

Kasus Penyerangan Pekerja PT SBP, Korban Bertambah dan Pelaku Belum Ditangkap

Korban dugaan penyerangan terhadap pekerja PT SBP bertambah menjadi tiga orang yang dirujuk ke Pekanbaru,…

22 jam ago

Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi MBG, Eks Kepala BGN dan Dua Wakilnya Ditahan

Kejagung menetapkan tiga mantan pimpinan BGN sebagai tersangka dugaan korupsi Program MBG dan langsung melakukan…

22 jam ago

Gaji Juni dan Gaji Ke-13 ASN Rohul Cair Bulan Ini

Pemkab Rohul menyiapkan anggaran Rp90,67 miliar untuk pembayaran gaji Juni, gaji ke-13 ASN, dan Siltap…

22 jam ago

40 Bikers Honda Adu Kemampuan di Safety Riding Regional Competition 2026

Sebanyak 40 bikers Honda dari berbagai komunitas mengikuti Safety Riding Regional Competition 2026 di Kampar…

22 jam ago

RS Awal Bros Pekanbaru Raih Penghargaan Menteri Kesehatan atas Capaian Imunisasi Nasional

RS Awal Bros Pekanbaru menerima penghargaan Menteri Kesehatan RI atas capaian layanan imunisasi program terbanyak…

23 jam ago