Categories: Riau

Populasi Gajah Sumatera di Riau Tercatat 216 Ekor, BBKSDA Perkuat Habitat

MINAS (RIAUPOS.CO) – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau terus memperkuat perlindungan gajah Sumatera di tengah ancaman penyusutan populasi. Saat ini, jumlah gajah liar di Provinsi Riau diperkirakan mencapai 216 ekor yang tersebar di delapan kantong habitat.

Data tersebut disampaikan Kepala BBKSDA Riau, Supartono, dalam kegiatan Bincang-Bincang Konservasi bersama awak media bertema “Bersinergi untuk Masa Depan Gajah Sumatera: Edukasi, Kolaborasi, dan Konservasi” yang digelar di Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas, Kabupaten Siak, Sabtu (13/12).

Supartono menjelaskan, delapan kantong habitat gajah di Riau membentang dari wilayah perbatasan Sumatera Utara hingga perbatasan Provinsi Jambi. Meski jumlah tersebut menurun dibandingkan dekade 1980-an, kondisi populasi gajah Sumatera di Riau saat ini masih tergolong cukup aman.

“Berdasarkan kajian lapangan, kami masih menemukan banyak anak gajah, terutama di kantong habitat Tesso dan kawasan Giam Siak Kecil (GSK),” ujarnya.

Ia mengungkapkan, penurunan populasi gajah disebabkan oleh sejumlah faktor, seperti perburuan liar, kematian alami, serta kasus kematian akibat racun. Karena itu, BBKSDA Riau berkomitmen mempertahankan seluruh kantong habitat yang masih tersisa.

Sebagai upaya jangka panjang, BBKSDA Riau juga memprioritaskan pembangunan koridor satwa untuk menghubungkan beberapa kantong habitat utama. Empat kawasan yang menjadi fokus penghubung koridor tersebut meliputi GSK–Suaka Margasatwa Balai Raja, Tesso Utara, dan Tesso Tenggara.

“Koridor ini penting agar pergerakan gajah tetap aman dan keberlanjutan habitatnya terjaga,” jelas Supartono.

Ia juga memaparkan peran PLG yang dibentuk sejak era 1980-an sebagai pusat penanganan konflik antara gajah dan manusia. Gajah-gajah konflik yang ditangkap kemudian dilatih untuk membantu mitigasi konflik di lapangan.

Seiring waktu, peran gajah binaan berkembang, tidak hanya untuk mitigasi konflik, tetapi juga patroli kawasan hutan dan edukasi konservasi kepada masyarakat.

Saat ini, BBKSDA Riau mengelola 23 ekor gajah binaan yang tersebar di PLG Sebangga, PLG Minas, dan PKG Bulu Cina. Khusus di PLG Minas, terdapat 14 ekor gajah yang terdiri dari 10 jantan dan 4 betina.

“Setiap gajah memiliki keahlian masing-masing. Umumnya gajah jantan lebih sering dilibatkan dalam mitigasi konflik, tergantung tingkat kesulitan di lapangan,” tuturnya.(akh)

Redaksi

Recent Posts

Sempat Dirawat Hampir Sebulan, JCH Asal Pekanbaru Wafat di Batam Sebelum Berangkat ke Tanah Suci

JCH asal Pekanbaru meninggal dunia di Batam setelah menjalani perawatan hampir sebulan sebelum keberangkatan haji.

14 jam ago

Kecelakaan Maut di Tol Permai, Dua Meninggal dan Enam Luka Berat

Kecelakaan tunggal di Tol Pekanbaru–Dumai diduga akibat microsleep. Dua orang meninggal dunia, enam luka berat.

14 jam ago

Sidang Korupsi Abdul Wahid Kembali Bergulir, Jaksa Soroti CCTV Rusak dan Tas Mewah Hasil Sitaan

Sidang Abdul Wahid kembali digelar. Jaksa KPK menyoroti CCTV rusak dan temuan barang mewah saat…

15 jam ago

Wahana FC Sudah Lolos, PSSI Riau Masih Buka Peluang Tambah Satu Wakil

PSSI Riau masih mengupayakan tambahan kuota Liga 4 nasional agar Energi Bintang Riau berpeluang menyusul…

15 jam ago

Warga Tembilahan Padati Pasar Murah, Harga Bahan Pokok Lebih Bersahabat

Gerakan Pangan Murah di Tembilahan dipadati warga yang berburu kebutuhan pokok terjangkau menjelang Hari Raya…

15 jam ago

Jembatan Merah Putih Presisi di Logas Rampung, Akses Warga Kini Lebih Mudah

Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Logas selesai dibangun dan diharapkan mempermudah mobilitas serta aktivitas…

15 jam ago