Categories: Riau

Penggunaan BBM Tak Tepat Sasaran

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Antrean panjang di berbagai stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Pekanbaru masih terjadi sejak sepekan terakhir. Ini dinilai karena terjadinya penyaluran yang tidak tepat sasaran terhadap bahan bakar minyak (BBM) penugasan. Sebab, kuota untuk Riau merupakan tertinggi di Tanah Air, dan kuota premium memang diprediksi habis bulan ini.

Penilaian ini disampaikan Pemprov Riau melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Riau. Menurut Kepala Dinas ESDM Indra Agus, kuota BBM berdasarkan beberapa pertimbangan dan khusus Riau tidak ada persoalan.

"Yang selalu menjadi persoalan adalah kuota BBM penugasan yakni premium dan solar di mana pemerintah memang sedang melaksanakan perubahan atau pergeseran ke arah penggunaan BBM nonpenugasan," ungkap Indra kepada Riau Pos, Senin (14/10).

Pemprov Riau, lanjut Indra, berharap ke depan agar dapat bersama-sama mengawasi penggunaan BBM penugasan ini. Sehingga masyarakat yang layak menerima dan menggunakan bisa memanfaatkan.

Disinggung kuota Riau dan usulan pemprov, Indra memberikan semacam data global. Mulai dari angka penyaluran biosolar bersubsidi sampai 30 September 2019 adalah sebesar 595.048 kiloliter (kl) dari kuota yang tersedia sebesar 725.122 kiloliter (atau penyaluran sudah mencapai 82 persen dari kuota tersedia).

Kemudian dari data yang disampaikannya juga terkait penyaluran premium jenis BBM khusus penugasan (JBKP) sampai 30 September 2019 sebesar 587,639 kl dari kuota yang tersedia sebesar 609.415 kl (atau 96 persen dari kuota tersedia).

Di mana angka rata-rata harian penyaluran premium JBKP di Riau adalah 2.153 kl per hari dan biosolar subsidi adalah 2.180 kl per hari. Kemudian untuk penyaluran solar, pascapencabutan surat edaran BPH Migas, menurut laporan yang diterimanya dari Pertamina, telah menyalurkan biosolar bersubsidi secara normal. Seperti sebelum terbit surat edaran di mana penyalurannya mengacu pada Perpres Nomor 191/2014 per tanggal 28 September 2019.

"Mengingat diperkirakan kuota premium habis pada awal Oktober 2019 ini, kami melakukan pengaturan penyalurannya dan memastikan produk pertalite maupun pertamax tersedia di seluruh SPBU di Riau. Saat ini, produk pertalite sudah tersedia di seluruh SPBU regular di Riau," paparnya.

Kadis ESDM berharap melalui media disampaikan dan didorong kepada masyarakat agar mempergunakan bahan bakar yang sesuai dengan keperluan mesin kendaraan. Mengingat masih banyak kendaraan di Riau yang seharusnya membeli BBM dengan bahan bakar oktan tinggi, namun masih menggunakan premium.

Sementara itu Unit Manager Comunication & CSR Pertamina MOR I, Roby Hervindo mengatakan, pihaknya telah melaporkan pengendalian penyaluran bahan bakar tersebut kepada Pemprov Riau. Pengendalian, disampakan dia, agar sisa kuota yang tersisa mencukupi hingga akhir Desember.

"Jadi, terkait kondisi saat ini telah kami laporkan ke pemda (Riau). Kami juga sudah berkoordinasi dengan BPH Migas dan pemda untuk melakukan pengendalian penyaluran," ungkap Roby.(rir/egp)

 

Berita selengkapnya baca Riau Pos hari ini.

Editor : Rinaldi

 

 

 

 

 

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Lebih dari 10 Titik Jalan di Bangkinang Diperbaiki Dinas PUPR Kampar

Dinas PUPR Kampar memperbaiki lebih dari 10 titik jalan di Bangkinang dan Bangkinang Kota demi…

2 jam ago

Pemkab Siak Bagikan 49 Ribu Seragam Gratis untuk Siswa Baru SD dan SMP

Pemkab Siak membagikan 49.360 seragam sekolah gratis bagi siswa baru SD dan SMP di 294…

2 jam ago

Pegawai PNM Pelalawan Tenggelam di Sungai Indragiri saat Survei Kebun

Pegawai PNM Ukui, Pelalawan, tenggelam di Sungai Indragiri saat menuju lokasi survei kebun di Kecamatan…

2 jam ago

Rohul Perkuat Marwah Negeri Seribu Suluk Lewat Pelestarian Tradisi Keagamaan

Pemkab Rohul menegaskan komitmen melestarikan tradisi suluk sebagai identitas daerah dan benteng moral masyarakat Negeri…

3 jam ago

Pasar Murah Pemkab Rohul Disambut Antusias, Warga Rela Antre Sejak Pagi

Ratusan warga memadati operasi pasar murah di Rambah Hilir untuk mendapatkan sembako murah menjelang Hari…

3 jam ago

Bobot Tak Memenuhi Ketentuan, Sapi Kurban Bantuan Presiden untuk Meranti Dipasok dari Luar

Sapi kurban bantuan Presiden RI untuk Kepulauan Meranti tahun 2026 dipasok dari luar daerah karena…

3 jam ago