Categories: Pekanbaru

Pencabulan Mendominasi Kasus Kekerasan terhadap Anak

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Terhitung sepanjang 2019, pelaporan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Pekanbaru cukup signifikan. Data dari Unit Layanan Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2A) sepanjang Januari hingga September 2019 tercatat 88 kasus.

Kasus tersebut didominasi pencabulan mencapai 28 kasus. Selanjutnya disusul kasus hak anak sebanyak 17 kasus, anak berhadapan hukum 14 kasus, KDRT 10 kasus, kekerasan terhadap anak sembilan kasus, kekerasan berbasis gender lima kasus, hak asuh anak dua kasus dan penelantaran anak dua kasus serta satu kasus saksi pencabulan.

Menurut Advokat P2A Asmanidar selaku advokat mendampingi proses hukum yang diperlukan mulai dari penyidikan, penuntutan dan kesaksian saksi di pengadilan, sistem penanganan kasusnya antara lain pendampingan hukum, pendampingan psikologi kepada korban dan konseling oleh konselor.

“Untuk penanganan advokasi di P2A itu gratis.  Namun kuotanya hanya untuk 20 orang. Sementara sejak tiga bulan pertama sudah habis,” sebutnya. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan untuk membantu korban dalam menangani berbagai kasus yang masuk di P2A.

Ia berharap agar ada penambahan kuota untuk penanganan advokasi gratis sebanyak 50 misalnya. Kemudian di P2A, untuk konselor menangani 120 orang per tahun dan untuk psikologi menangani 50 orang per tahun.

Hal itu pun diperjelas oleh Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Anak Dinas P2A Sarkawi. Katanya, banyaknya kasus yang didominasi pencabulan kiranya kepada orangtua agar memperhatikan anak gadisnya saat bermain.

“Diimbau agar memperketat mainnya. Supaya hal-hal kekerasan apalagi pencabulan bisa diminimalisir. Tak menutup kemungkinan orang terdekat pun bisa menjadi pelaku kekerasan, sehingga siapapun tetap harus diawasi,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya sejak 2017 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak meningkat. Kekerasan pada anak yang terlapor pada 2017 (59 orang) dan 2018 (70 orang). Sementara kasus kekerasan pada perempuan yang terlapor pada 2017 (15 orang) dan 2018 (23 orang).

Rincinya kasus kekerasan terhadap anak paling tinggi pada kategori pencabulan 2017 (19), 2018 (32) sementara pasus kekerasan pada perempuan paling tinggi pada kategori KDRT dimana pada 2017 ada 12 kasus dan 2018 ada 16 kasus.(*3)

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Wanita Asal Kuansing Ditemukan Tewas di Hotel Dharmasraya, Polisi Amankan Terduga Pelaku

Wanita asal Kuansing ditemukan meninggal di hotel di Dharmasraya. Polisi menduga korban dibunuh, sementara terduga…

9 jam ago

Promo Luxury July! Menginap di Mutiara Merdeka Pekanbaru Mulai Rp499 Ribu per Malam

Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru menghadirkan promo Luxury July. Menginap mulai Rp499 ribu nett lengkap dengan…

9 jam ago

Asyik Mendulang Emas, Remaja di Kuansing Tertimbun Longsoran Tebing hingga Meninggal

Remaja 15 tahun di Kuansing meninggal dunia setelah tertimbun longsoran tebing saat mendulang emas. Polisi…

9 jam ago

Antar Jemput Pelajar Gratis Dimulai, Bus Sekolah Pekanbaru Layani 7 Sekolah

Bus sekolah gratis resmi beroperasi di Pekanbaru mulai 13 Juli. Layanan tahap awal melayani tujuh…

9 jam ago

Bantuan CSR Rp65 Juta Disalurkan untuk 140 Nelayan Terdampak Dugaan Pencemaran Sungai Tapung

Sebanyak 140 nelayan Desa Kota Garo menerima bantuan CSR senilai Rp65 juta untuk memulihkan usaha…

13 jam ago

Agung Toyota Buka Program Trade In New Hilux, Mobil Lama Bisa Ditukar

Agung Toyota membuka program trade in New Hilux di Riau. Konsumen dapat menukar mobil lama…

1 hari ago