Categories: Riau

KI Riau Ingatkan Pemko Edukasi Warga KotaÂ

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) —  Ketua Komisi Informasi (KI) Riau Zufra Irwan SE, mengingatkan Tim Gugus Tugas Covid-19 Pekanbaru untuk dapat mengedukasi masyarakat secara terus-menerus berkaitan akan diterapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di ibukota Provinsi Riau tersebut mulai Jumat, 17 April 2020. 

"PSBB ini bukan kerja main-main. Dampaknya luar biasa. Jadi, Pemerintah Kota Pekanbaru mesti mengedukasi masyarakat, menyampaikan kepada masyarakat dengan bahasa yang sangat mudah dimengerti seluruh informasi yang berkaitan dengan PSBB itu," kata Zufra Irwan kepada media di Pekanbaru, Selasa (14/4/2020). 

Menurut Komisioner yang bertanggungjawab dalam mengawasi keterbukaan informasi publik di Provinsi Riau itu, wabah virus Corona (Covid-19) yang sudah menjadi Pandemi ini adalah kondisi yang tidak pernah dibayangkan siapapun, termasuk pemerintah.

"Saya sangat yakin, Pemerintah tidak pernah mempersiapkan akan terjadinya musibah seperti ini, kondisi darurat kesehatan seperti ini. Pasti pemerintah tidak mempersiapkan," kata wartawan senior Riau itu.

Meski demikian, kata Zufra, seluruh APBD Kabupaten/Kota dan Provinsi punya dana tanggap darurat. "Karena Pekanbaru mau PSBB, mesti disampaikan dengan jelas dan transparan, dengan bahasa yang mudah dicerna dan dimengerti masyarakat. Berapa sih sebenarnya kemampuan Pemko menganggarkan untuk PSBB," kata Zufra mengingatkan. 

Yang kedua, sebut Zufra, Tim Gugus Tugas Covid-19 Pemko Pekanbaru mesti menata dan mengelola informasi terkait PSBB dengan baik. Lalu,  secara rutin mengedukasi dan menyampaikan kepada masyarakat dengan bahasa yang sangat mudah dimengerti.

"Nah, sekarang sudah ada juga yang disampaikan Pemerintah Provinsi, yakni transmisi lokal. Nah, apa sih transmisi lokal itu?" kata Zufra lagi. 

Kemudian dalam pelaksanaan PSBB ini, perlu ada informasi dan edukasi jelas kepada masyarakat terkait aturan dan standarnya. "Contohnya, bagaimana masyarakat bertransportasi. Kalau masyarakat mau pergi kemana, seperti apa batasannya. Kalau masyarakat membutuhkan sembako,  seperti apa mendapatkannya? Masyarakat ingin berinteraksi, seperti apa batasan-batasannya. Itu harus dilakukan secara rutin pemberian informasinya," beber Zufra lagi.

Jangan tiba-tiba, sebut Zufra, nanti masyarakat yang disalahkan. Padahal masyarakat tidak tahu. "Kita meminta masyarakat disiplin di rumah, patuh stay at home. Nah, ketika kebutuhan bahan pokok mereka tidak ada di rumah, bagaimana dia berurusan keluar, berinteraksi ke luar. Ke pasar seperti apa?" katanya. 

Menurut Zufra, pasar juga harus dijaga ketat. Karena banyak orang mengkhawatirkannya. Sebab, pasar sumber gejala, sumber transmisi lokal. Sudah siapkah Pemko mempesiapkan segala sesuatunya di pasar-pasar? Misalkan hand sanitazer atau petugas yang mengatur jaga jarak masyarakat pengunjung pasar," ungkapnya lagi. 

Zufra juga mempertanyakan soal informasi yang bersileweran bahwa warga yang memiliki KTP Pekanbaru akan mendapatkan subsidi. "Ini kan harus dijelaskan sepeti apa? Apa ini benar? Ini tidak bisa dibiarkan informasi bersileweran. Nanti muncul hoaks. Nah, nanti masyarakat yang disalahkan lagi. Padahal, salah satu penyebab munculnya hoaks karena lambatnya pemerintah menyampaikan informasi," katanya mengingatkan.

Editor: Erizal
 

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Sertijab di Polres Rohul: Kasat Lantas dan Dua Kapolsek Resmi Berganti

Tiga posisi strategis di Polres Rohul resmi berganti. Kasatlantas serta Kapolsek Kunto Darussalam dan Rambah…

46 menit ago

Ukir Prestasi di Malang, MAN 1 Pekanbaru Rebut Medali Perak OSN 2026

Siswa MAN 1 Pekanbaru berhasil memboyong medali perak bidang Informatika dan predikat Best Business Case…

2 jam ago

Bawa Sabu di Jok Motor, Remaja 15 Tahun Ditangkap Polsek Rupat

Seorang remaja 15 tahun di Rupat, Bengkalis, diamankan polisi usai kedapatan membawa paket sabu 0,38…

10 jam ago

Suara Merdu Hantar Afif Muhammad Thoifur Harumkan Nama Siak di Tingkat Nasional

Siswa kelas VI MI Assidigiyah Siak, Afif Muhammad Thoifur, sukses mengharumkan nama Riau usai meraih…

10 jam ago

Disdikbud Meranti Petakan 208 Kepala Sekolah: 62 Diganti, 13 Diusulkan Definitif

Disdikbud Kepulauan Meranti melakukan penataan jabatan kepala sekolah. Sebanyak 62 posisi bakal diganti, sementara 13…

11 jam ago

Terdampak Kabut Asap, Perayaan Festival Kue Bulan 2026 di Pekanbaru Ditiadakan

Akibat kabut asap dan kualitas udara buruk di Pekanbaru, Panitia Imlek Bersama memutuskan meniadakan perayaan…

11 jam ago