PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Ratusan buruh yang tergabung dalam Buruh Riau Bersatu mendatangi Gedung DPRD Riau, Jumat (14/8/2020). Kedatangan mereka bertujuan menyuarakan penolakan terhadap Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Lapangan Kerja atau yang dikenal dengan sebutan Omnibus Law.
Dalam kesempatan itu, para buruh yang diwakili Indra Gunawan menyampaikan ada tiga poin tuntutan yang disampaikan pihaknya. Pertama, para buruh menyatakan dengan tegas menolak seluruh poin pada RUU Omnibus Law serta meminta DPR RI mencabut rancangan tersebut dari program legislasi nasional (prolegnas).
"Kedua kami meminta dengan tegas agar pemerintah bisa membatalkan kenaikan iuran BPJS. Karena sangat berdampak besar terhadap perekonomian masyarakat," sebut Indra.
Ketiga, pihaknya meminta agar DPRD Riau bisa mendesak pemerintah untuk menolak masuknya tenaga kerja asing (TKA) yang sama sekali tidak memiliki keahlian khusus atau unskill. Menurutnya, jumlah TKA yang masuk kategori di atas banyak ditemui di lapangan. Hal itu dirasa sangat berdampak kepada tingkat pengangguran di Riau.
"Kami minta DPRD Riau bisa mendesak pemerintah untuk memulangkan TKA unskill ke negara asalnya," pungkas Indra.
Usai melaksanakan orasi di luar gedung, beberapa perwakilan masa aksi disambut oleh anggota DPRD Riau Agung Nugroho dan Tumpal Hutabarat. Keduanya kemudian mengajak perwakilan untuk berdiskusi di ruang medium, Gedung DPRD Riau. Di sana Agung Nugroho yang mewakili DPRD Riau diminta perwakilan masa aksi untuk meneruskan tuntutan mereka ke tingkat pusat.
Mendengar tuntutan tersebut, Agung dan Tumpal berjanji akan meneruskan aspirasi tersebut. Bahkan dirinya ikut menandatangani penolakan RUU Omnibus Law.
"Kami berjanji akan berada di barisan paling depan untuk menyuarakan aspirasi bapak/ibu yang telah disampaikan saat ini. Memang tidak sekali ini saja teman-teman dari organisasi buruh yang datang menolak. Maka tidak ada alasan bagi kami untuk tidak memperjuangkan aspirasi ini," tegasnya.
Usai penandatanganan tersebut, Agung turut menyambut masa aksi yang berada di luar gedung. Di sana dia kembali menyampaikan komitmennya untuk meneruskan aspirasi tersebut hingga ke tingkat DPR RI. Setelah itu, masa akhirnya membubarkan diri dengan tertib.
Laporan: Afiat Ananda (Pekanbaru)
Editor: Rinaldi
Grand Zuri Pekanbaru gelar Showcase Iftar Nusantara Ramadan 2026, perkenalkan paket buka puasa untuk klien…
PTPN IV PalmCo salurkan 6 juta bibit sawit bersertifikat, dampingi 93 koperasi dan dorong sertifikasi…
Mitsubishi hadirkan Destinator 55th Anniversary Edition berbasis varian tertinggi, berstatus limited dengan harga Rp520,5 juta.
Rayakan HUT ke-7, The Zuri Hotel Pekanbaru gelar donor darah dan kumpulkan 63 kantong untuk…
Pegadaian perkuat posisi sebagai investasi emas nomor 1, tawarkan layanan mudah, aman, dan dukung misi…
Polresta Pekanbaru ubah nama tiga Polsek sesuaikan pemekaran wilayah, demi permudah layanan kepolisian bagi masyarakat.