Categories: Riau

Titik Api di Konsesi 11 Korporasi

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tak kunjung padam di Provinsi Riau. Alhasil bencana kabut asap kembali terjadi. Ini menjadi perhatian serius Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI Siti Nurbaya Bakar. Itu pula sebabnya Menteri Siti bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dan Kepala BNPB Letjen Doni Monardo turun ke lapangan meninjau penanganan karhutla di Bumi Lancang Kuning ini.

Dengan menggunakan dua helikopter milik TNI AU, rombongan pejabat pemerintah pusat didampingi Gubernur Riau H Syamsuar ini pun langsung turun ke Kabupaten Pelalawan. Tepatnya di Kawasan Tecnopark Kecamatan Langgam, Selasa (13/8) pagi sekitar pukul 10.00 WIB. Sesampainya di Kecamatan Langgam, rombongan disambut Bupati Pelalawan HM Harris. Mereka pun langsung bergerak menuju lokasi karhutla tepatnya di Dusun Bedaguh Kelurahan Langgam. Di lokasi ini, rombongan menemukan lahan yang sangat luas terbakar. Meski tidak lagi ditemukan titik api, namun kebakaran di lahan gambut itu masih mengeluarkan kepulan asap. Sehingga rombongan pun berupaya ikut memadamkan titik asap menggunakan peralatan pemadam.

Dalam pemaparannya, Menteri Siti mengatakan, kebakaran yang terjadi di Riau khususnya di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) merupakan yang terparah di wilayah Sumbagut Bagian Tengah. Atas kondisi itu, pihaknya bersama TNI dan Polri telah menyiapkan langkah-langkah prioritas menyelamatkan hutan negara tersebut.

Dikatakan Siti, berdasarkan laporan Polda Riau dan Polres Pelalawan ada seluas 599,75 hektare (ha) lahan yang terbakar di Pelalawan. Dari jumlah itu, 230 ha di kawasan TNTN. Di antaranya 100 ha di Desa Kusuma Kecamatan Pangkalan Kuras dan 132 ha di Desa Lubuk Kembang Bunga Kecamatan Ukui.

"Saat ini kami telah mempersiapkan langkah-langkah penyelesaian kebakaran TNTN dari segala aspek. Seperti penguasaan lahan oleh berbagai pihak yang akan dilakukan upaya penegakan hukum atau law enforcement," terangnya seraya menyebutkan permasalahan TNTN ini sudah dipelajari pihaknya sejak 2016 lalu.

Diungkapkannya, berdasarkan laporan Gubernur Riau dan Polda Riau ada 29 kasus karhutla di Riau yang telah ditetapkan tersangka setelah dilakukan proses penyidikan. Dari 29 kasus ini, satu di antaranya korporasi. Yakni PT Sumber Sawit Sejahtera (SSS). Sedangkan pihaknya dari KLHK, saat ini sedang mengumpulkan data-data terkait korporasi yang diduga lalai dalam menjaga areal konsesinya dari karhutla.

"Artinya, kami sudah ada record-nya. Termasuk yang di Tesso Nilo sudah ada 11 kasus yang sedang diproses. Dan kami telah menginstruksikan tim Dirjen Gakkum khususnya di wilayah Sumatera untuk turun ke lapangan melakukan observasi. Pasalnya, 11 kasus korporasi ini ada ditemukan titik api di lahan konsesi perusahaan. Intinya kami lakukan pengecekan di lapangan dan segera ambil langkah penegakan hukumnya. Sedangkan untuk sektor lingkungan, instrumennya adalah sanksi administrasi, perdata dan pidana nanti tinggal kami lihat prosesnya yang mana yang bisa diterapkan," bebernya.

Sementara itu, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, berdasarkan pantauan udara yang dilakukan, hampir semua titik-titik api ini tersebar di wilayah Pelalawan, khususnya TNTN. Meski titik apinya tidak terlalu besar, namun hal ini harus diwaspadai agar kebakaran tidak meluas. Dikatakan Hadi, saat ini upaya pemadaman menggunakan heli melalui water bombing  sudah efektif. Namun dengan masuknya kemarau panjang sampai Oktober nanti, pihaknya akan menurunkan satu unit Hercules melakukan upaya pemadaman. Di mana Hercules ini bisa mengangkut 10 ton air.

"Artinya, apabila dijatuhkan water bombing, maka area karhutla dengan cakupan 33 meter persegi airnya akan masuk ke dalam tanah. Sehingga api akan segera padam total. Dan saat ini, kami juga tengah melatih pilot heli agar bisa masuk ke dalam area titik api," sebutnya.

Di tempat yang sama, Kapolri Tito Karnavian bersama Kepala BNPB Letjen Doni Munardo menambahkan, langkah penegakan hukum sudah dilakukan pihaknya. Di mana sudah ada 29 kasus dan 1 di antaranya adalah korporasi yang telah ditetapkan tersangka yakni PT SSS. Dari hasil penyelidikan nantinya, kasus ini bisa mengarah kepada jajaran direksi hingga karyawan bagian kontrol api akan ditetapkan sebagai tersangka karena lalai dalam menjaga arealnya dari karhutla.

>>Berita selengkapnya baca Riau Pos hari ini.

Laporan : Tim Riaupos.co
Editor : Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

56 ASN Rohul Berangkat Haji, Bupati Ingatkan Fisik dan Etika

Bupati Rohul melepas 56 JCH Korpri menuju Tanah Suci. Jemaah diingatkan menjaga kesehatan, sikap, dan…

16 jam ago

Pickup Bertanki Modifikasi Dipakai Timbun Solar, Dua Pelaku Dibekuk

Polres Siak menangkap dua pelaku penyalahgunaan biosolar subsidi dengan modus mobil tangki modifikasi dan barcode…

21 jam ago

252 Kuota Diperebutkan, SKO Riau Saring Atlet Muda Lewat Tes Ketat

Sebanyak 422 calon siswa berebut 252 kursi di SKO Riau. Seleksi ketat digelar untuk menjaring…

22 jam ago

Tanpa Dokumen Resmi, Puluhan Ton Bawang dan Cabai Dimusnahkan di Tembilahan

Sebanyak 48,39 ton komoditas pangan ilegal dimusnahkan di Inhil. Barang tanpa dokumen ini dinilai berbahaya…

22 jam ago

Bandel Jualan di Trotoar, PKL HR Soebrantas Jadi Target Utama Penertiban

Pemko Pekanbaru prioritaskan penertiban PKL di Jalan HR Soebrantas dengan pendekatan humanis demi menjaga ketertiban…

1 hari ago

PCX Ngasab Seru di Pekanbaru, Bikers Diajak Jajal Fitur Canggih Honda PCX 160 Roadsync

Honda PCX Ngasab di Pekanbaru hadirkan pengalaman touring seru sambil memperkenalkan fitur canggih Roadsync kepada…

1 hari ago