Categories: Riau

CPNS IPK Minimal 2,20, Putra Daerah Meranti: Itu Masih Tinggi

MERANTI (RIAUPOS.CO) — Secara resmi, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kepulauan Meranti telah mengumumkan pembukaan CPNS di lingkungan mereka, Selasa (12/11) malam kemarin.

Namun setelah sejumlah syarat dalam pengumuman tersebut dilampirkan, beberapa orang putra daerah mengeluhkan standar minimal IPK yang ditetapkan oleh pemda setempat.

Seperti dikeluhkan Dayat, Eks mahasiwa Universitas Terbuka (UT) Kepulauan Meranti. Menurutnya salah satu syarat bagi putra daerah memang telah dikunci oleh standar IPK minimal lebih rendah dari pelamar dari luar daerah. Namun ia memminta Pemda menurunkan lagi hingga 2,00.

"IPK minimal 2,20 bagi pelamar asal Meranti, namun itu masih tinggi. Karena banyak mahasiswa UT Meranti yang rata-rata IPK-nya 2,00, jadi kami minta hal tersebut diperjuangkan oleh Pak Bupati," ungkapmya.

Menurutnya hak tentang menyusun persyaratan juga terdapat di tangan Pemda. Salah satunya tentang kebijakan syarat minimal IPK.

Seperti diberitakan sebelumnya, melalui Sekretaris BKD Kabupaten Kepulauan Meranti Bakharuddin, kepada Riau Pos. Mereka sempat gamang dalam mencari formula agar putra daerah setempat biasa masuk dalam skala prioritas.

Dengan begitu keputusan yang diambil oleh Pemda mengeluarkan kebijakan IPK minimal bagi pelamar asal daerah setempat, dan pelamar yang berasal dari luar.

"Untuk pelamar tempatan yang berasal dari Kepulauan Meranti syarat IPK minimal 2,20. Untuk pelamar yang berasal kabupaten lain dan kota dari provisi Riau, IPK minimal 3,00. Sementara bagi calon dari luar Provinsi Riau IPK minimal 3,50," ungkapya.  

Untuk kuota yang diberikan kepada Pemda Meranti dalam seleksi CPNS kali ini sebanyak 121 formasi.

Dirincikannya, dari jumlah tersebut yang mendominasi adalah tenaga kesehatan dengan jumlah 57 formasi, menyusul guri sebanyak 22 formasi dan sisanya 42 orang teknis, mulai dari akutan dan lain lain.(wir)

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

PETI di Kampar Kiri Digerebek, Satu Operator Ekskavato Diamankan Polisi

Polisi membongkar aktivitas PETI di Kampar Kiri Hulu dan mengamankan operator ekskavator. Sejumlah peralatan tambang…

3 jam ago

Warga Rambah Sempat Krisis Air Bersih, Ternyata Kabel Pompa Dicuri

Warga Rambah sempat kesulitan air bersih setelah kabel pompa distribusi di Desa Pawan dicuri. Aliran…

3 jam ago

Dosen Unilak Bekali Siswa SMKN 1 Kandis Jurus Branding Digital dan Hitung Harga Jual

Dosen Unilak membekali siswa SMKN 1 Kandis dengan kemampuan digital branding dan menghitung HPP untuk…

24 jam ago

Air Sungai Singingi Kembali Keruh, PETI Diduga Jadi Penyebab

Air Sungai Singingi kembali keruh setelah PETI diduga beraksi. Warga meminta aparat meningkatkan razia demi…

24 jam ago

Tempuh 192 Km Selama 22 Jam, Goweser Paliko Siap Meriahkan Gowes Merdeka 2026

Tempuh 192 km selama 22 jam, tiga Goweser Paliko dari Payakumbuh dan Limapuluh Kota hadir…

1 hari ago

Gowes Merdeka 2026 Dimulai, 1.500 Peserta Taklukkan Rute 17 Km di Pekanbaru

Sebanyak 1.500 peserta meramaikan Gowes Merdeka 2026 di Pekanbaru dengan menempuh rute 17 kilometer hingga…

1 hari ago