Categories: Riau

LAMR Minta Kasus Teror Kepala Anjing Diusut Tuntas

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat Lembaga Adat Melayu Riau (Ketum MKA LAMR) Datuk Seri Al azhar berharap agar kepolisian mengusut tuntas teror kepala anjing dan penyiraman bensin ke rumah warga Pekanbaru dua pekan lalu. Sebab apa pun bentuk teror tidak dbenarkan, apalagi dalam kasus tersebut menyebut-nyebut LAMR.

"Oleh karena itu, sejak awal saya sebagai pribadi dan sebagai Ketum MKA LAMR mendukung korban melaporkan ke kepolisian. Kita juga mendukung penuh Polresta Pekanbaru dan Polda Riau untuk menangkap dan memproses hukum semua yang terlibat dalam teror tersebut," kata Datuk Seri Al Azhar, Sabtu (13/3/21).

Seperti sudah banyak diberitakan bahwa rumah salah seorang pejabat Kajati Riau, Muspidauan, dilempari kepala anjing dan pisau 5 Maret 2021. Selang beberapa hari kemudiam, giliran rumah pengurus teras LAMR Riau, Nasir Penyalai, disirami bensin. Kedua korban, segera melaporkan kasus tersebut ke kepolisian. Datuk Seri Al azhar mengapresiasi kerja kepolisian yang dalam hitungan hari sudah berhasil menangkap tiga dari empat terduga pelaku.

"Setelah terduga pelakunya tertangkap, sebagai bagian dari pemimpin LAMR, saya amat prihatin, karena di antara terduga pelaku ternyata bertempat tinggal di komplek Balai Adat LAMR Kota Pekanbaru," sambung Al Azhar.

Sebagaimana diberitakan, pelaku berbuat demikian karena adanya Musdalub LAMR Pekanbaru beberapa waktu lalu yang menempatkan Muspidauan sebagai Ketum DPH LAMR Pekanbaru. Dengan demikian, pengelolaan berbagai asset akan berpindah tangan dari pengurus sebelumya.

Apapun alasannya, kata Al azhar, bentuk-bentuk teror seperti itu tidak mencerminkan adat dan budaya Melayu. Selain meneror korban, kelakuan tersebut juga telah menimbulkan kecemasan di tengah-tengah masyarakat, dan telah mencemari adat-budaya Melayu serta Lembaga Adat Melayu Riau.

"Saya berharap, hal-hal tersebut juga dipertimbangkan dalam proses hukum selanjutnya. Sedangkan khusus kepada seluruh elemen kelembagaan adat Melayu Riau, kejadian ini memberi pelajaran yang amat penting, agar kita meningkatkan kehati-hatian, dan terus-menerus memperkuat titik-tumpu aktivitas adat dan kelembagaan adat kita, yaitu alur, patut, layak," ujar Al azhar.

Laporan: Soleh Saputra (Pekanbaru)
Editor: Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Alasan Ketua Fraksi Golkar DPRD Riau Mundur, Nalladia Ayu Rokan Diganti Imustiar

nalladia ayu rokan, ketua fraksi golkar dprd riau mundur dari jabatannya dan digantikan imustiar sebagai…

8 jam ago

Ribuan Pil Ekstasi Berbagai Merek Disimpan dalam Lemari Rumah, Perempuan 27 Tahun Ditangkap di Pekanbaru, Pemasok Diburu

ribuan pil ekstasi ditangkap di pekanbaru, 1.226 butir esktasi berbagai merek disimpan dalam lemari rumah,…

9 jam ago

HSBL Selatpanjang 2026 Dimulai, Simak Daftar Sekolah yang Siap Bertarung

HSBL 2026 Selatpanjang Series kembali digelar setelah vakum enam tahun. Enam sekolah siap bersaing dalam…

13 jam ago

Subsidi Listrik 2027 Diusulkan Rp117 Triliun, Naik Rp17 Triliun dari Tahun Ini

ESDM mengusulkan subsidi listrik 2027 sebesar Rp117,84 triliun, naik Rp17 triliun, sekaligus menaikkan target produksi…

14 jam ago

Polres Siak Tetapkan Tersangka Karhutla, Ratusan Ribu Meter Persegi Lahan Terbakar

Polres Siak menetapkan satu tersangka karhutla dan mengungkap tujuh titik kebakaran dengan total luas lahan…

15 jam ago

Truk 10 Roda Tabrak Dinding Jembatan di Inhu, Kendaraan Dialihkan ke Jalur Alternatif

Truk roda 10 menghantam dinding jembatan di Jalan Lintas Timur Inhu hingga melintang dan memicu…

19 jam ago