api-masih-menyala-di-2-kecamatan-bengkalis
BENGKALIS (RIAUPOS.CO) — Tiga kecamatan di Bengkalis masih terjadi kebakaran hutan dalan lahan (karhutla). Satu di antaranya sudah padam dan dua lagi sampai kemarin masih dalam upaya pemadaman.
Satu karhutla yang berhasil dipadamkan terjadi di Kecamatan Bathin Solapan. Luas lahan terbakar sekitar satu setengah hektare.
"Upaya pemadaman di sana dilakukan oleh personel gabungan berjumlah empat belas orang dengan menggunakan satu unit mobil pemadam kebakaran dan selang sepanjang 150 meter," terang Kalasa BPBD Bengkalis Tajul Mudarris, Jumat (12/3).
Sementara dua karhutla lainnya yang masih dilakukan pemadaman terdapat di Kecamatan Bengkalis dan Bantan. Untuk Kecamatan Bengkalis, karhutla terjadi di Desa Kalemantan. Lahan terbakar di sana merupakan sisa api sebelumnya yang sempat padam diguyur hujan.
"Pemadaman sudah dilakukan sejak Kamis dan hari ini (kemarin, red). Petugas karhutla masih di lapangan. Luas lahan yang terbakar belum diketahui, petugas masih fokus melakukan pemadaman," kata Tajul lagi.
Sementara di Kecamatan Bantan lahan yang dipadamkan petugas berada di Desa Teluk Lancar, berbatasan langsung dengan Desa Kalemantan Kecamatan Bengkalis. Luas lahan di sana sekitar 10 hektare yang berupa semak belukar.
"Pemadaman dilakukan saat ini di hari kedua. Di lokasi masih ada api. Alat berat juga sudah diturunkan di sana untuk membuat sekat kanal sebagai pembatas supaya api tidak melebar," tutupnya.(esi)
Wakil Rektor Akademik Unri, Dr Mexsasai Indra resmi maju sebagai bakal calon Rektor Unri periode…
Penampilan tim dance SMKN 1 dan SMAN 1 Rengat sukses memeriahkan suasana Riau Pos-HSBL dan…
Polres Pelalawan menggagalkan pengiriman 7,5 ton bawang merah ilegal tanpa dokumen karantina di Teluk Meranti.
Dinas Pendidikan Bengkalis mencatat 3.011 anak putus sekolah hingga 2026. Faktor ekonomi keluarga menjadi penyebab…
Proyek drainase di Jalan Merpati, Binawidya, terhenti hampir tiga pekan dan menyebabkan air kotor menggenangi…
Pemko Pekanbaru mulai menata kabel telekomunikasi semrawut menuju sistem bawah tanah demi estetika dan kenyamanan…