Categories: Riau

Laga PSPS vs Kelantan FC Batal, Ini Penjelasan Ketua Panpel

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Panitia pelaksana (panpel) laga uji coba PSPS menjamu Kelantan FC di Stadion Utama Riau, batal digelar, Selasa (12/7/2022). Ketua Panpel Bambang Pratama menyayangkan kejadian di luar dugaan ini. Ia menegaskan sebenarnya panpel tidak ada masalah terkait biaya kemananan dari pihak kepolisian.

"Kami tidak ada masalah soal biaya keamanan yang ditetapkan pihak kepolisian dalam hal ini pihak Polresta Pekanbaru," kata Bambang pada wartawan, Selasa (12/7/2022).

Diakuinya, pihak Polresta Pekanbaru memang meminta biaya keamanan sebesar Rp40 juta. Biaya tersebut untuk konsumsi petugas kepolisian di lapangan. Atas penjelasan pihak Polresta Pekanbaru, panpel memahami biaya tersebut. Sebab jumlah petugas keamanan yang diturunkan juga lebih besar dari biasanya.

Bambang Pratama yang bukan kali ini saja menjadi Ketua Panpel Laga PSPS menjelaskan, setiap laga PSPS, biasanya 100 personel yang diturunkan. Namun, untuk laga PSPS menjamu Kelantan FC ini ada sebanyak 500 personel yang diturunkan.

Meningkatnya jumlah personel tersebut disebabkan karena laga uji coba ini melibatkan tim luar negeri. Sehingga pengamanan ditingkatkan karena bila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, maka citra Indonesia yang jelek di mata dunia internasional.

"Makanya kami bisa menerima soal biaya keamanan tersebut. Memang besarannya di luar yang biasanya," kata Bambang.

Sejatinya, biaya keamanan tersebut sudah dibayarkan General Manajer (GM) PSPS, Edward Riansyah sehingga personel pihak kepolisian berjumlah 500 orang sudah berada di stadion. Namun Bambang tidak tahu apa yang terjadi sehingga pertandingan uji coba dibatalkan. Hal tersebut di luar wewenangnya.

"Tim Kelantan FC tidak keluar dari ruangan. Itu yang saya tahu. Yang pasti pihak kepolisian sudah di lapangan dengan 500 personel," ujarnya.

 

Laporan: Denni Andrian (Pekanbaru)

Editor: Edwar Yaman

 

 

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

Tim SAR Temukan Korban Kedua Bencana Galodo Solok, Operasi Pencarian Resmi Ditutup

Satu korban hilang akibat galodo Solok ditemukan meninggal dunia pada Jumat (25/9/2026). Total korban jiwa…

17 jam ago

Bareskrim Polri dan Bea Cukai Bengkalis Gagalkan Penyelundupan 28,3 Kg Sabu Malaysia

Bareskrim Polri bersama Bea Cukai Bengkalis menggagalkan penyelundupan 28,3 kg sabu jaringan internasional dan menangkap…

3 hari ago

Kasus Kawasan Hutan Kampar, Polda Riau Resmi Tetapkan Tersangka Oknum DPRD Kampar Inisial F

Ditreskrimsus Polda Riau menetapkan anggota DPRD Kampar berinisial F (Fahmil) sebagai tersangka kasus dugaan penguasaan…

3 hari ago

Pria Asal Dairi Ditemukan Meninggal Tergantung di Ruko Apotek Salo Kampar

Seorang pemuda asal Dairi berusia 21 tahun ditemukan meninggal tergantung di Ruko Apotek Rama Farma,…

4 hari ago

Atasi Kelangkaan dan Dugaan Mafia Solar Subsidi, DPRD Riau Bawa Wacana Pembentukan Satgas

DPRD Provinsi Riau mengusulkan pembentukan Satgas Solar terpadu untuk memberantas dugaan mafia, penyelewengan, dan antrean…

4 hari ago

Razia Pekat Satpol PP Kuansing: 6 LC diamankan, 1 LC Remaja Positif Penyakit Menular

Satpol PP Kuansing menggelar razia warung remang-remang di Desa Marsawa. Enam LC diamankan, satu di…

4 hari ago