Categories: Riau

Jalan di Lokasi Proyek Masih Rusak Parah

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – PROYEK pembangunan sistem pengolahan air limbah domestik terpusat (SPALD-T) sedang dikerjakan di Jalan Teratai. Pengerjaan proyek ini berdampak kepada kerusakan badan jalan di dekat lokasi proyek. Warga sekitar pun mengeluhkan kondisi ini.

Keluhan warga ini karena pengerjaan proyek dinilai sudah terlalu lama dan tidak kunjung selesai. Akibatnya, kerusakan badan jalan pun semakin lama diperbaiki.

Pantauan Riau Pos, Jumat (11/2), Jalan Teratai hingga Jalan Cempaka Kecamatan Sukajadi  mengalami kerusakan yang cukup parah. Bahkan di Jalan Cempaka lebih dari lima galian SPALD-T masih dilakukan oleh para pekerja yang mengakibatkan hampir semua badan jalan tertutup proyek tersebut.

Tak hanya itu, sejumlah alat berat juga sengaja dibiarkan terparkir di badan jalan sehingga menyulitkan pengendara untuk melintas dan kerap menyebabkan kecelakaan lalu-lintas.

Salah seorang warga Jalan Cempaka Roni mengaku pembangunan proyek SPALD-T sudah sangat mengganggu kenyamanan dan keamanan masyarakat sekitar lokasi proyek. Bahkan, akibat galian proyek yang tidak kunjung selesai, antara satu lubang galian ke lubang galian  yang lainnya kerap menyebabkan perselisihan terjadi di antara masyarakat dan pengendara yang melintas.

Pasalnya, para pekerja proyek hanya memberikan sedikit ruang bagi pengendara motor dan mobil untuk bisa melintasi jalan tersebut dan itu pun berdekatan langsung dengan permukiman warga sekitar.

’’Bagaimana tidak sering terjadi kecelakaan. Kadang kami yang punya rumah mau keluar saja sudah susah karena hampir semua badan Jalan dimakan oleh proyek itu. Sedangkan pengendara lainnya juga ingin melintasi jalan yang sama dan berada didepan rumah kami, " Kata dia.

Bukan itu saja, dirinya juga merasa kecewa dengan banyaknya lumpur dan pasir yang berserakan di badan jalan akibat pembangunan proyek tersebut.

"Kami meminta lah kepada pemerintah untuk serius dalam melakukan pengawasan. Jangan semua jalan digali dan lumpur dibiarkan berserakan di badan Jalan. Kalau sampai ada yang terperosok dan jatuk ke dalam galian yang hanya dibatasi seng itu, apakah pemerintah mau bertanggung jawab?" tanyanya.

Hal yang serupa juga dirasakan oleh Heru. Menurutnya badan jalan yang rusak akibat proyek tersebut sudah terjadi di seluruh badan jalan di Kota Pekanbaru khususnya di Kecamatan Sukajadi ini.

Bahkan, lokasi  jalan rusak yang berdekatan dengan sejumlah rumah sakit swasta dapat membuat pasien yang melintasi jalan tersebut merasa tidak nyaman. Belum lagi sejumlah galian hanya ditutupi oleh seng sebagian pembatas dengan posisi galian proyek spald-t berada tepat di persimpangan jalan utama.

"Seharusnya kalau galian itu dirasa sudah tidak perlu dikerjakan lagi ya langsung dilakukan perbaikan, baik galian maupun badan jalannya. Ini posisi galian berada ditengah persimpangan jalan dan membuat pengendara tidak bisa mengetahui apakah ada pengendara lain didepannya karena tertutup seng dari proyek spald-t itu, "kata dia.

Dikonfirmasi, Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Riau Ichwanul Ihsan yang biasanya mengawasi proyek ini ketika dihubungi mengaku sudah pensiun. Sementara Ketua Satuan Kerja (Satker) Pelaksnaan Prasarana Pemukiman Provinsi Riau Yenni Mulyadi yang biasa memberikan konfirmasi, tidak bisa dihubungi. Nomor telpon yang bersangkutan tidak aktif. Hingga tulisan ini diturunkan, upaya pesan dan obrolan whatsapp yang dikirimkan wartawan juga belum ditanggapi.(ayi/end/yls)

Laporan TIM RIAU POS, Sukajadi

 

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Tabebuya Bermekaran, Wajah Kota Pekanbaru Berubah Jadi Lebih Indah

Bunga Tabebuya bermekaran di sejumlah ruas jalan Pekanbaru. Warga terpesona melihat pemandangan kota yang lebih…

2 hari ago

Kalam Kudus Menang di Dua Laga, Putra-Putri Melaju ke Final HSBL Selatpanjang

Kalam Kudus meraih dua kemenangan pada HSBL Selatpanjang 2026 dan memastikan tim putra-putri melaju ke…

2 hari ago

Mengarak Tabak hingga Makan Beradat, Tradisi Melayu Batang Peranap Kembali Digelar

Festival Adat Batang Peranap menampilkan Beghagak Tabak, Caca Inai dan Makan Beradat sebagai upaya melestarikan…

3 hari ago

Harga Dexlite Melonjak, Antrean Biosolar di Pelalawan Mengular

Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…

3 hari ago

Akses Pelabuhan Tanjung Harapan Dibangun Ulang, Ini Panjang dan Ketebalan Jalannya

Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…

3 hari ago

Lahan 221 Hektare Jadi Sorotan, Mitra Agrinas dan Ninik Mamak Koto Garo Saling Lapor

Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…

3 hari ago