Ilustrasi - Dok Riau Pos
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Warga empat desa di Kecamatan Kampa, Kabupaten Kampar resah atas aktivitas gajah Sumatera. Gajah disebut merusak tanaman dan kebun masyarakat beberapa kali sejak Mei lalu.
Kepala Balai Besar Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Genman S Hasibuan memastikan telah menurunkan tim ke lokasi.
Genman juga menyampaikan analisa sementara terkait lokasi konflik gajah-manusia tersebut. “Lokasi kebun sawit di dalam dan di sekitar Hutan Produksi Konversi (HPK) yang menjadi habitat gajah,” sebut Genman, Ahad (9/6).
Genman menyebutkan, gajah berulang kali menyambangi lokasi karena kondisi tersebut. Namun Tim BBKSDA Riau, kata dia, sudah sering kali melakukan penggiringan hewan liar tersebut bersama pemerintah desa setempat.
“Gajah yang teridentifikasi satu ekor dan belum pernah terlihat oleh tim di lapangan. Karena ketika tim tiba di lokasi gajah menjauh dari kebun warga dan ketika tim pergi, gajah kembali lagi datang,” katanya.
BBKSDA Riau, sebut Genman, akan terus beroordinasikan dengan para pihak terkait untuk tindaklanjut penanganannya. Dirinya meminta warga tetap waspada dan tidak anarkis terhadap fauna yang dilindungi negara tersebut.(end)
Baznas Rohul luncurkan Z-Auto, 13 penerima manfaat dapat bantuan bengkel motor untuk dorong lapangan kerja…
Wako Pekanbaru paparkan capaian 2025 di Limapuluh, pastikan jalan dibeton dan targetkan pembersihan drainase 200…
Sebanyak 90 UMKM di Tandun terima sertifikat halal. Legalitas usaha dinilai membuka akses bantuan dan…
Imlek 2577 di Pekanbaru tanpa kembang api. Sebanyak 888 lampion dipasang dan perayaan bersama digelar…
Dua tas mencurigakan di Masjid Al-Khairat Sukajadi sempat diduga bom. Polisi pastikan hanya berisi barang…
RAPP peringati Bulan K3 2026 dengan upacara keselamatan kerja, tegaskan komitmen budaya kerja aman dan…