Pengendara melintas di Jalan Dr Leimena atau populer dengan sebutan Jalan Karet Chinatown Pekanbaru yang telah dipasang ratusan lampion merah jelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzii/2026 M, Rabu (11/2/2026). MHD AKHWAN/RIAUPOS
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Menjelang perayaan Imlek 2577 Kongzili, Panitia Imlek Bersama Tionghoa Pekanbaru terus mematangkan berbagai persiapan. Tahun ini, suasana perayaan akan sedikit berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Jika biasanya detik-detik pergantian tahun Imlek dirayakan dengan pesta kembang api di Jalan Karet, kali ini kegiatan tersebut ditiadakan. Keputusan itu diambil mengikuti imbauan pemerintah untuk menghormati para korban bencana alam yang belum lama terjadi di Pulau Sumatera.
Sebagai pengganti kemeriahan kembang api, panitia akan memasang 888 lampion di sepanjang Jalan Karet. Lampion tersebut akan dinyalakan mulai 10 Februari hingga 4 Maret mendatang.
Ketua Panitia Imlek Bersama Tionghoa Pekanbaru, Djohan Oei dari Marga Huang Pekanbaru, mengatakan perayaan Imlek bersama merupakan agenda tahunan yang melibatkan berbagai organisasi Tionghoa di Pekanbaru. Tahun ini, Imlek Bersama disepakati digelar pada Ahad, 22 Februari 2026, di Hotel Furaya.
“Tahun ini disepakati melaksanakan Imlek Bersama pada Ahad, 22 Februari 2026 di Hotel Furaya,” ungkapnya, Rabu (11/2).
Djohan menjelaskan, rangkaian acara akan diisi dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya, seperti tarian tradisional, barongsai, serta tarian naga yang dibawakan komunitas dan organisasi Tionghoa di Pekanbaru.
Panitia juga mengundang unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk turut hadir meramaikan perayaan kebersamaan tersebut. Ia menyebutkan, pihaknya telah melakukan audiensi dengan pemerintah daerah dan unsur Forkopimda, dan sebagian besar menyatakan kesediaan hadir meski kemungkinan diwakilkan apabila berhalangan.
Djohan turut mengingatkan pentingnya menjaga toleransi, mengingat perayaan Imlek tahun ini berdekatan dengan bulan suci Ramadan. Ia mengajak seluruh masyarakat Tionghoa untuk tetap menjaga keharmonisan dan saling menghormati.
“Kami juga mengingatkan pentingnya menjaga toleransi mengingat perayaan Imlek tahun ini berdekatan dengan bulan suci Ramadan. Kami mengajak seluruh masyarakat Tionghoa untuk tetap menjaga keharmonisan dan saling menghormati,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Riau, Lindawati, mengatakan Imlek Bersama menjadi momen tahunan yang mempererat persaudaraan antarorganisasi Tionghoa di Pekanbaru.
Menurutnya, kegiatan open house bersama yang digelar setahun sekali menjadi bagian penting dalam perayaan tahun ini, sebagai ajang silaturahmi warga Tionghoa di Provinsi Riau.
“Tahun ini kita gelar pada Minggu agar lebih banyak warga bisa hadir. Kami mengundang seluruh masyarakat Tionghoa untuk datang dan meramaikan kegiatan di Furaya,” ujarnya. (ayi)
Carlo Ancelotti mulai menunjukkan sentuhan pragmatis bersama Brazil. Kini Selecao bersiap menghadapi ancaman Erling Haaland…
Kafilah Inhu mencetak sejarah dengan finis di peringkat IV MTQ Riau 2026. Prestasi terbaik dalam…
Rifat Sungkar menyatakan siap membantu Pemko Pekanbaru mewujudkan pembangunan sirkuit otomotif dan mendukung berbagai program…
Mitsubishi Motors bersama Riau Pos menggelar Bergerak Bersama di Grand Ubud Pekanbaru dengan beragam aktivitas…
Pemko Pekanbaru membuka layanan pengaduan dan jalur pemenuhan kuota SPMB SMP 2026 agar seluruh anak…
PKL kembali bermunculan di Jalan Sudirman Ujung dekat Jembatan Siak IV. Satpol PP Pekanbaru menegaskan…