Categories: Riau

Aplikasi Sipetruk Diminta Perhatikan Kearifan Lokal

PEKANBARU, (RIAUPOS.CO) – Dinilai tidak memperhatikan kearifan lokal, rencana penerapan aplikasi Sistem Pemantauan Konstruksi (Si Petruk) untuk rumah bersubsidi, mendapat penolakan dari lima asosiasi pengembang perumahan di Riau.

Lima asosiasi tersebut ialah, Himpera, Apersi, Apernas, Apernas Jaya, dan REI. Kelima asosiasi sepakat akan menyampaikan keberatan aplikasi sipetruk ke DPP masing-masing mencari

dukungan untuk penundaan oleh Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian PUPR.

"Keluhan kami sama dan punya harapan yang sama, " kata Ketua REI Riau Elvi Syofriadi kepada wartawan usai menggelar rapat menyikapi aplikasi sipetruk dengan lima asosiasi pengembang di Riau, Kamis (9/6).

Dikatakan Elvi alias Anton GGA ini, dari rapat itu maka diputuskan ada beberapa sikap yang akan disuarakan supaya aplikasi sipetruk ditunda khususnya untuk wilayah Riau.

Di antara sikap yang disepakati bersama ialah, dari rapat itu seluruh asosiasi pengembang di Riau sepakat akan membentuk Forum Asosiasi Komunikasi Pengembang Riau.

Hadir dalam rapat yang dimotori oleh REI Riau, hadir perwakilan dari Himpera, Apersi, Apernas, Apernas Jaya, serta perwakilan dari DPP REI Wasekjen bidang perumahan Amran Tambi.

Selanjutnya disampaikannya, sikap kedua, seluruh asosiasi sepakat diadakannya penundaan keputusan aplikasi Sipetruk dan akan disampaikan ke DPP masing-masing pengembang. Dan selanjutnya juga akan mengadakan pertemuan rutin untuk membahas semua kendala dan permasalahan pada masing-masing anggota pada asosiasi.

Tentu kebijakan bersama, melaksanakan langkah kongkrit dengan pernyataan sikap mengenai aplikasi Sipetruk pada asosiasi masing-masing. "Ini yang akan dilakukan," singkat Anton GGA yang didampingi Sekretaris REI Riau Ari Pramana Citra, Bendahara REI Riau Yendrizal, dan Ketua Himpera Yulekson.

Ditegaskan juga berdasarkan kesepakatan bersama juga, seluruh asosiasi pengembang di Provinsi Riau sepakat mengadakan pertemuan dengan pihak perbankan, dan tenaga ahli yang membidangi Sipetruk.

"Pekan depan kami akan kumpul lagi mem-follow up hasil koordinasi dan laporan dari DPP masing-masing asosiasi yang hari ini disepakati," jelas Anton.

Ditegaskan Anton, ada beberapa hal yang tidak bisa diaplikasikan di Riau,  salah satunya mengenai batu kali dan atap. "Jika langkah dan sikap dari asosiasi tidak direspon, dan tetap dilaksanakan juga aplikasi Sipetruk, maka kami pengembang Riau minta supaya ada penyesuaian harga, dan pertimbangan lain dari perbankan," tegas nya mewakili asosiasi pengembang Riau.

Selain itu juga akan mencari solusi lain untuk KPR. "Kami akan mendorong bank untuk menyediakan produk KPR yang berbunga murah, " tuturnya.(gus)

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Berjalan Normal di Tengah Kabut Asap

Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional SSK II Pekanbaru berjalan aman dan normal meski Kota Pekanbaru…

16 jam ago

Opening Party Honda DBL 2026 Riau Bergulir Hari Ini di Gelanggang Remaja Pekanbaru

Kompetisi basket pelajar bergengsi Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau resmi bergulir mulai…

16 jam ago

Sidang Korupsi Kuansing: Sopir Zulkarnain dan Istri Suhardiman Amby Bersaksi

Persidangan kasus suap mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap alur pembayaran angsuran Pajero Sport dan penguasaan…

22 jam ago

Kabut Asap Makin Tebal, Disdikbud Pelalawan Liburkan Tatap Muka di 8 Kecamatan

Disdikbud Kabupaten Pelalawan memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di 8 kecamatan akibat memburuknya kualitas udara…

22 jam ago

Tabrakan Beruntun 10 Mobil di Lampung Akibat Asap Tebal, 2 Orang Meninggal

Kecelakaan beruntun melibatkan 10 kendaraan terjadi di Jalan Lintas Pantai Timur Sumatera, Tulang Bawang, Lampung…

1 hari ago

Persidangan Korupsi Kuansing Ungkap Mantan Kabag Umum Punya Rekening Rp2,9 Miliar

Persidangan perkara korupsi mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap transaksi bernilai total Rp2,9 miliar di dua…

1 hari ago