1-100-honorer-putus-kontrak
TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO)- Memasuki Tahun 2022 ini, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) melakukan evaluasi terhadap pegawai honor kontrak daerah yang ada pada tahun 2021. Sedikitnya, ada 2.200 honorer yang dikontrak daerah tahun lalu danĀ 1.100 di antaranya tidak diperpanjang SK-nya atau putus kontrak.
"Iya. Ada sekitar 1.100 honorer yang tidak diperpanjang SK-nya," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kuansing, Hendri Siswanto, akhir pekan lalu.
Menurut Hendri, ini merupakan agenda tahunan yang ada di Pemkab Kuansing. Hal ini dilakukan untuk dievaluasi mengenai honorer memang bekerja produktif atau hanya sebagai pelengkap saja.
"Ada sebanyak 50 persen dari seluruh jumlah honorer yang dirumahkan, nantinya akan dipanggil lagi dan akan dibuka rekrutmen secara profesional sesuai dengan bidang yang dibutuhkan," ujar Hendri.
Selain itu, 50 persen yang dipertahankan merupakan honorer yang memiliki fungsi yang sangat dibutuhkan.
"Adapun honorer yang dipertahankan adalah, penjaga kantor, cleaning service, operator komputer, dan tenaga IT sesuai dengan kebutuhan. Ini berlaku dimasing-masing Operasi Perangkat Daerah (OPD)," tambah Hendri.
Jadi, untuk perekrutan selanjutnya akan dilakukan oleh masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD), mereka yang mengetahui apa yang dibutuhkan.
"SK-nya dikeluarkan oleh masing-masing kepala OPD," katanya.(jps)
Pacu jalur hari keempat di Tepian Narosa berlangsung sengit. Sebanyak 13 jalur berhasil melaju ke…
Tiga desa di Kepulauan Meranti masih kekurangan calon kepala desa untuk Pilkades 2026. Pendaftaran diperpanjang…
Pasangan suami istri terseret arus Sungai Kuantan saat mandi di tengah pacu jalur. Sang istri…
SBK Apparel mendukung Riau Pos Gowes Merdeka 2026 dan menyiapkan doorprize kulkas satu pintu untuk…
PSPS Pekanbaru meraih tiga kemenangan beruntun dalam laga uji coba dan mencetak enam gol sebagai…
Jalan Sontang-Duri kembali rusak setelah hujan, bahkan bus Pinem nyaris terguling. Warga meminta pemerintah segera…