PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pilkada serentak yang dilaksanakan pada tahun ini, sangat jauh berbeda dengan pilkada yang telah dilalui beberapa tahun lalu.
Demikian dikatakan PW Himapersis Riau Firdaus Efendi. Lebih dikatakannya, pilkada tahun ini dihadapkan pada persoalan pandemi Covid-19. Namun, tanpa mengurangi rasa semangat, pelaksanaan pesta demokrasi ini tetap harus berjalan demi berlanjutnya pemerintahan daerah yang baik.
"Mari gunakan hal pilih dengan datang ke TPS. Pemilihan yang dilaksankan hari ini, 9 Desember, dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat," jelasnya.
Hal itu dilakukan sepenuhnya untuk kesehatan dan keselamatan bersama. Firdaus Efendi mengajak seluruh masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh pihak KPU serta Bawaslu pada perhelatan Pilkada 2020 ini.
"Urutannya mencuci tangan sebelum masuk TPS, memakai sarungan tangan ketika pencoblosan, serta mencuci tangan setelah keluar dari TPS,” sebutnya.
Menurutnya, hal ini dilakukan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan bersama. Serta untuk menekan klaster baru penyebaran virus ini.
"Kepada seluruh lapisan masyarakat untuk mengawasi jangan sampai ada praktik-praktik kegiatan politik uang yang mengotori pesta demokrasi ini,” sebutnya.
Laporan: Monang (Siak)
Editor: Eka G Putra
Wali Kota Pekanbaru sidak Kecamatan Marpoyan Damai dan menekankan pelayanan cepat serta kenyamanan warga.
Distankan Pekanbaru telah memeriksa 3.754 hewan kurban dan memastikan belum ditemukan kasus penyakit.
Umri melantik wakil rektor baru dan menargetkan penguatan tata kelola kampus menuju standar internasional.
Universitas Riau mewisuda 1.891 lulusan dan mengajak alumni menjadi generasi adaptif, inovatif, serta berdaya saing.
PN Bengkalis menolak gugatan praperadilan kasus karhutla dan menguatkan keabsahan proses penyidikan Polres Bengkalis.
Pegawai PNM Ukui, Ardi Yahya, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Indragiri, Inhu