Categories: Riau

Diperlakukan Istimewa, Ukir Sejarah untuk Dikenang Sepanjang Waktu

(RIAUPOS.CO) — Saat mengikuti pacu jalur di Desa Redang Rengat Inhu 2019 ini. Siposan Rimbo memang gagal mempersembahkan juara pertama. Namun kedatangannya disambut dan diperlakukan bak raja. Mau apapun. Masyarakat dan atlet Siposan dilayani dan difasilitasi oleh masyarakat Inhu. Khususnya masyarakat Redang.

“Terima kasih kepada masyarakat Inhu, khusus untuk masyarakat Redang yang sangat ramah dan penuh rasa kekeluargaan yang kental. Kami terasa ada di rumah sendiri. Ini akan menjadi cerita buat kami yang tak akan habis oleh waktu,” ujar Sadeli, Pengurus Siposan Rimbo, usai pacu di Redang Inhu, Senin (7/10).

Sadeli dan masyarakat Siposan Rimbo tidak menyangka akan mendapat perlakukan istimewa dari masyarakat Inhu. Menurutnya jauh dari perkiraan. Ternyata, orang Inhu punya kebaikan yang luar biasa terhadap Siposan dari Pangean. Dan warga Kuansing yang hadir menonton pacu di arena ini.

“Kalau kita di Rengat makan dan minum dilayani. Tentu, kalau nanti mereka ke Pangean atau ke Kuansing, kami siap menyambut mereka lebih istimewa lagi. Itulah hikmah berpacu di Inhu. Persaudaraan erat antara Kuansing dan Inhu tercipta,” katanya.

Ia juga mengapresiasi dukungan penuh dari pembina. Seperti Kepala Dinas ESDM Riau Dr Indra Agus Lukman dari Pemprov Riau bersama Kapten Jarot atau Rahmat Sukarmis. Sadeli juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada DPRD Kuansing yang telah membantu fasilitas untuk keberangkatan jalur kebanggaan masyarakat Pangean ini untuk berpacu di Inhu. 

“Ikut berpacu di Inhu tidaklah mudah. Perjalanannya jauh. Maka, atas dukungan semua pihak. Kami mengucapkan terima kasih. Kita Inhu dan Kuansing jadi badunsanak,” ucapnya.

Ya, 2019 benar-benar menjadi tahun kurang beruntung bagi jalur Siposan Rimbo Pemprov Riau Kapten Jarot. Pasalnya, jalur yang lahir 2011 itu gagal merengkuh juara pertama di setiap iven pacu jalur yang diikutinya. Baik di Kabupaten Kuantan Singingi maupun di Indragiri Hulu, tahun ini. Di usia 9 tahun, Siposan sudah 19 kali meraih juara pertama di seluruh ajang di Kuansing dan Inhu. Dan 4 di antaranya diraih Siposan Rimbo di Tepian Narosa Telukkuantan. Mulai dari 2014, 2016, 2017 dan 2018. Sehingga para penggemar pacu memberinya gelar “Sang Jenderal” bintang 4. Sesuai torehannya di iven pacu nasional.

Berpacu di Redang, Rengat Barat, Inhu, 5 hingga 6 Oktober 2019, jalur Siposan Rimbo Pemprov Riau Kapten Jarot dari Pauh Angit Pangean memang gagal menempati pamuncak. Namun tetap menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kuansing dan Inhu.

Sang Pawang Siposan Rimbo, Muslim pun angkat bicara. Baginya kalah dan menang itu hal biasa. Karena setiap arena ada tuahnya. Setiap berpacu ada yang menang dan kalah. “Memang tahun ini, Siposan belum pernah juara satu. Dan syukur, masih ada rezeki yang didapat meski tidak sesuai yang diinginkan. Tapi itulah yang terbaik kami hadapi saat ini,” ujar pria yang disapa Imut itu, usai pacu di Inhu.

Senada dengan itu, Kepala Desa Pauh Angit Pangean Sustiaji menegaskan, bahwa kehadiran Siposan di Inhu adalah untuk merajut silaturahmi, mencari dunsanak. Selain bertekad meraih prestasi terbaik.***

 

Laporan JUPRISON, Telukkuantan

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Insiden Turis Berbikini, Tokoh Adat Minta Konsep Pariwisata Kampar Diperjelas

Insiden turis berbikini di Danau Rusa disorot tokoh adat Kampar yang mendesak pemerintah daerah memperjelas…

11 menit ago

Satgas Kabel FO Dibentuk, DPRD Pekanbaru Tunggu Aksi Nyata

Satgas penertiban kabel FO telah dibentuk Pemko Pekanbaru. DPRD menunggu aksi nyata agar kota tidak…

1 jam ago

Ribuan Peserta PBI JKN di Meranti Dinonaktifkan Usai Pemutakhiran Data

Pemutakhiran data nasional membuat 6.125 peserta PBI JKN di Kepulauan Meranti dinonaktifkan. Warga masih bisa…

2 jam ago

Optimalkan PAD, Pemprov Riau Kaji Kenaikan Nilai Pajak Air Permukaan

Pemprov Riau menyiapkan revisi Pergub pajak air permukaan dengan tiga opsi nilai air guna meningkatkan…

2 jam ago

Adab di Atas Ilmu (Urgensi Pendidikan Karakter di Era Modern)

​Fenomena “pintar tetapi tidak benar” semakin marak terjadi. Sebagai contoh, seorang teknokrat atau ahli teknologi…

19 jam ago

Rayakan 30 Tahun IVF, Mahkota Medical Center Perkuat Layanan Fertilitas untuk Pasangan Indonesia

Mahkota Medical Center merayakan 30 tahun layanan IVF dengan gathering pasien di Pekanbaru serta edukasi…

20 jam ago