Categories: Riau

Marquez Memang Dilahirkan Menjadi PembalapÂ

BANGKOK (RIAUPOS.CO) — Pembalap Repsol Honda Team Marc Marquez sukses mengunci gelar juara dunia MotoGP 2019 usai finis terdepan dalam balapan di Sirkuit Buriram, Thailand, Ahad (6/10). Dengan musim yang cuma menyisakan empat balapan, torehan 325 poinnya mustahil dikejar, bahkan oleh pembalap peringkat dua, Andrea Dovizioso yang baru mendulang 215 poin. 

Gelar tahun ini bikin nama Marquez tertulis dengan tinta emas dalam buku sejarah. Ini adalah gelar keenamnya di kelas MotoGP, yang membawa The Bionic Man menyalip rekor Mick Doohan. Marquez, yang kini meraih delapan gelar juara dunia di semua kelas, juga kian mendekati rekor sembilan gelar yang masih dipegang bersamaan oleh Valentino Rossi, Mike Hailwood, dan Carlo Ubbiali. 

“Aku tahu orang di luar sana pasti bilang ini musim yang mudah untuk Marc, tapi percayalah: itu salah,” kata Direktur Teknik Repsol Honda Team, Takeo Yokoyama, dalam wawancara dengan Crash setelah balapan. 

Kesulitan yang dimaksud Yokoyama bisa dilihat sepanjang balapan terakhir di Buriram. Marquez yang memulai balapan dari posisi kedua memang bersaing ketat dengan penghuni pole position, Fabio Quartararo, tapi hingga hampir setengah balapan lewat, situasi tidak memihak pada si pembalap asal Spanyol itu. Motor yang ditunggangi Marquez, Honda RC213V, kalah gesit di beberapa titik sirkuit, terutama sektor tiga dan empat. 

“Ada satu momen dalam balapan ketika aku tertinggal 0,7 sampai 0,8 detik dari Quartararo. Dan aku membatin, seandainya dia tidak melambat, memenangkan balapan adalah hal yang benar-benar mustahil,” ujar Marquez. 

Titik balik Marquez lantas terjadi pada putaran 11, ketika dia mencatatkan rekor waktu tercepat sepanjang satu putaran, yakni 1 menit 30,904 detik, mengungguli rekor yang dicatat Quartararo satu putaran sebelumnya. 

“Setelah putaran itu, aku berpikir lagi, aku cuma punya dua pilihan, mencoba atau menyerah. Jadi tentu saja aku berjuang semaksimal mungkin,” imbuhnya. 

Usaha Marquez tidak sia-sia. Hingga balapan berakhir, rekor putaran tercepatnya tidak bisa disamai pembalap lain. Dan puncak dari segala pergelutan di atas lintasan terjadi pada tikungan terakhir putaran terakhir, ketika dia menyalip Quartararo. Marquez mengakhiri balapan dengan total durasi 39 menit lebih 36,223 detik. Angka ini 0,171 detik lebih cepat dibanding Quartararo. (int/eca)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Pria Asal Dairi Ditemukan Meninggal Tergantung di Ruko Apotek Salo Kampar

Seorang pemuda asal Dairi berusia 21 tahun ditemukan meninggal tergantung di Ruko Apotek Rama Farma,…

18 jam ago

Atasi Kelangkaan dan Dugaan Mafia Solar Subsidi, DPRD Riau Bawa Wacana Pembentukan Satgas

DPRD Provinsi Riau mengusulkan pembentukan Satgas Solar terpadu untuk memberantas dugaan mafia, penyelewengan, dan antrean…

19 jam ago

Razia Pekat Satpol PP Kuansing: 6 LC diamankan, 1 LC Remaja Positif Penyakit Menular

Satpol PP Kuansing menggelar razia warung remang-remang di Desa Marsawa. Enam LC diamankan, satu di…

19 jam ago

Kesaksian Plt Kadis Perkim Pekanbaru di PN Pekanbaru: Diperas Rp35 Juta Bermodus Berita Flexing

Plt Kadis Perkim Pekanbaru Martin Manoluk memberikan kesaksian di PN Pekanbaru terkait dugaan pemerasan dan…

20 jam ago

Bebani Jalan Kota, DPRD Pekanbaru Minta Pemko Segera Matangkan Pembangunan Jalan Lingkar 70

DPRD Kota Pekanbaru mendukung penuh langkah Pemko mematangkan pembangunan Jalan Lingkar 70 guna mengurai kemacetan…

2 hari ago

Belum Tersentuh Pemkab, Warga Parit 16 Tembilahan Swadaya Cor Jalan Rusak

Warga Lorong Karya Bersama Parit 16 Tembilahan, Inhil, terpaksa bergotong-royong mengecor jalan rusak secara swadaya…

2 hari ago