Categories: Riau

Petakan Perkebunan Ilegal

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Kabut asap di Riau terjadi sebagian besar akibat pembakaran hutan dan lahan perkebunan, terutama perkebunan ilegal. Wakil Gubernur Riau (Wagubri) Edy Natar Nasution yang juga Ketua Tim Satuan Tugas Penertiban Lahan Ilegal di Riau menegaskan akan mendata perkebunan ilegal.

Edy mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih mengumpulkan data-data luasan perkebunan ilegal di Riau. Di mana, perhitungan sementara luas perkebunan ilegal di Riau saat ini mencapai 1,2 juta hektare.

"Saat ini sedang kami petakan terkait penertiban perkebunan ilegal di Riau tersebut. Data saat ini kebun ilegal itu ada seluas 1,2 juta hektare. Kalau ada yang bisa memberikan tambahan data kami terima, nanti akan kami cek," katanya.

Untuk penanganan karhutla di Riau, menurut mantan Komandan Korem 031 Wirabima tersebut, persoalannya tidak bisa diselesaikan begitu saja tanpa melihat akar permasalahannya. Karena para pelaku pembakaran lahan pasti memiliki alasan mengapa mereka melakukan itu.

"Kenapa orang membakar pasti ingin menanam, kemudian kenapa orang menanam karena ada lahan. Lahan itu sebenarnya tidak milik yang membakar. Tapi lahan yang dikuasi tanpa izin. Makanya kita harap dengan adanya satgas penertiban lahan ilegal di Riau ini dapat mencegah Karhutla," sebutnya.
Sementara itu, Gubernur Riau Drs H Syamsuar MSi mengaku pembentukan tim satgas penertiban lahan ilegal tersebut diharapkan bisa untuk penanggulangan dan pencegahan karhutla mulai tahun ini dan untuk tahun depan.

"Kami sudah mencermati, bahwa kejadian Karhutla di Riau ini, salah satu penyebabnya yakni adanya perambahan hutan yang tidak ada tinjak lanjut dari pihak berwenang. Karena begitu, akhirnya para perambah itu menanam tanaman seperti sawit, begitu seterusnya," sebutnya.

Untuk itu, pihaknya sudah sepakat membentuk tim yang terdiri dari kejaksaan, kepolisian, TNI, BPN dan juga Kanwil pajak. Tim inilah yang nantinya akan menindaklanjuti temuan perkebunan dan lahan ilegal yang juga sudah menjadi rekomendasi pihak DPRD Riau termasuk diketahui pihak KPK seluas 1,2 juta hektare.(sol)

>>Berita selengkapnya baca Riau Pos hari ini.

Editor : Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Kasus Penembakan Gajah di Pelalawan Jadi Atensi Khusus Kapolda Riau

Polda Riau memburu pelaku penembakan gajah Sumatera di Ukui. Polisi menemukan proyektil peluru dan memeriksa…

2 jam ago

Didukung Alat Canggih, RSUD Arifin Achmad Sukses Lakukan Clipping Aneurisma

RSUD Arifin Achmad Riau berhasil melakukan tindakan clipping aneurisma pada pasien stroke usia 19 tahun…

3 jam ago

Pemko Pekanbaru Tegaskan Program Rp100 Juta per RW Tetap Dilaksanakan

Pemko Pekanbaru memastikan program Rp100 juta per RW tetap berjalan tahun ini dengan pola pengusulan…

3 jam ago

Kapolda Riau Tinjau TKP Gajah Sumatera Dibunuh, Tegaskan Negara Tak Boleh Kalah

Kapolda Riau meninjau TKP dugaan pembunuhan gajah sumatera di Pelalawan dan memastikan penyelidikan dilakukan serius…

20 jam ago

Tradisi Mandi Balimau 2026, Muara Lembu Disiapkan Jadi Lokasi Utama

Pemkab Kuansing merencanakan tradisi mandi balimau jelang Ramadan dipusatkan di Kelurahan Muara Lembu, namun masih…

20 jam ago

Meriah! Festival Perang Air Selatpanjang Digelar 17–22 Februari, Resmi Masuk KEN 2026

Festival Perang Air Meranti kembali digelar 17–22 Februari 2026. Tradisi budaya ini resmi masuk Karisma…

2 hari ago