Categories: Riau

Kisah Haru Petugas Haji Asal Riau, Bahagia Melihat Jemaah Tertib namun Sedih Tinggalkan Dua Pasien

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Bertugas mendampingi jemaah haji di Tanah Suci menjadi pengalaman yang penuh kesan bagi Paulina. Di satu sisi, ia merasakan kebahagiaan karena jemaah yang didampinginya mampu menjalankan ibadah dengan tertib dan penuh kebersamaan. Namun di sisi lain, ada kesedihan ketika tidak semua jemaah dapat langsung kembali ke rumah bersama rombongan.

Menurut Paulina, salah satu hal yang paling membanggakan selama menjalankan tugas adalah sikap disiplin dan kerja sama yang ditunjukkan para jemaah. Tingginya kepatuhan terhadap aturan dan arahan petugas dinilai sangat membantu kelancaran pelaksanaan ibadah haji.

“Alhamdulillah, jemaah kami sangat kooperatif. Mereka mau mengikuti aturan dan arahan yang diberikan, baik dari sektor maupun dari ketua kloter. Bahkan banyak yang memberikan dukungan serta testimoni positif terhadap pelayanan yang kami berikan,” ujar Paulina, Ketua Kloter BTH 03 yang mendampingi jemaah asal Kota Pekanbaru selama berada di Tanah Suci.

Kepatuhan tersebut, lanjutnya, terlihat jelas ketika Arab Saudi dilanda cuaca ekstrem menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji. Saat petugas mengimbau agar jemaah membatasi aktivitas di luar ruangan, seluruh jemaah mematuhi arahan tersebut demi menjaga kondisi kesehatan.

“Yang membuat kami bersyukur, jemaah sangat patuh. Saat ada imbauan untuk tidak keluar karena cuaca ekstrem, mereka mengikuti arahan tersebut demi kesehatan dan keselamatan bersama,” katanya.

Selain disiplin, pelayanan konsumsi yang diterima jemaah juga mendapat respons positif. Selama berada di Tanah Suci, hampir tidak ada keluhan terkait makanan yang disediakan bagi para jemaah.

“Alhamdulillah, jemaah merasa konsumsi yang diberikan cukup, enak, dan berlimpah, terutama saat masa Armuzna,” ungkapnya.

Meski pelaksanaan ibadah secara umum berjalan lancar, sejumlah kendala tetap ditemui selama operasional haji berlangsung. Salah satunya berkaitan dengan akses transportasi dan akomodasi akibat penutupan beberapa ruas jalan di sekitar kawasan Jamarat oleh Pemerintah Arab Saudi.

Kebijakan tersebut diterapkan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan lempar jumrah dan pengaturan arus jemaah selama fase Armuzna.

“Namun kondisi itu masih bisa dipahami. Hotel kami dekat dengan Jamarat sehingga ada beberapa penutupan jalan sebagai bagian dari persiapan Armuzna. Jemaah juga bisa memakluminya,” jelas Paulina.

Di balik berbagai pengalaman positif tersebut, ada satu hal yang masih menjadi perhatian dan kesedihan bagi petugas kloter. Hingga rombongan kembali ke Indonesia, dua jemaah dari Kloter BTH 03 masih menjalani perawatan medis di Batam sehingga belum dapat berkumpul dengan keluarga mereka.

“Itulah yang menjadi perhatian kami. Saat rombongan sudah pulang, masih ada dua jemaah yang dirawat di Batam sehingga belum bisa bergabung bersama keluarga. Kami terus mendoakan agar keduanya segera pulih dan dapat kembali ke rumah dalam keadaan sehat,” tuturnya.

Paulina juga memberikan apresiasi terhadap pelayanan yang diberikan Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia selama penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Menurutnya, berbagai solusi dan langkah perbaikan terus dilakukan demi menjamin kenyamanan serta keamanan jemaah selama berada di Makkah dan Madinah.

“Untuk Kemenhaj RI, kami melihat sudah memberikan pelayanan maksimal. Berbagai solusi terus dihadirkan demi keamanan dan kenyamanan jemaah. Kami sebagai petugas dan jemaah merasakan komitmen tersebut,” katanya.

Ke depan, ia berharap koordinasi antara syarikah dan petugas Indonesia dapat semakin ditingkatkan, terutama terkait pengaturan jadwal pendorongan jemaah menuju Armuzna agar berjalan lebih tertib dan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

“Kami berharap syarikah dapat mematuhi instruksi dan jadwal resmi yang telah ditetapkan Daker sehingga proses pendorongan jemaah ke Armuzna lebih tertib dan berurutan. Untuk Kemenhaj RI, semoga tetap berpihak kepada jemaah dengan pelayanan yang transparan dan akuntabel,” harapnya.

Bagi Paulina, seluruh kelelahan selama menjalankan tugas terasa terbayar ketika melihat para jemaah berhasil menuntaskan rangkaian ibadah haji dengan baik dan kembali ke tanah air dalam kondisi sehat. Momen itulah yang menjadi kepuasan terbesar bagi seorang petugas haji.(ilo)

Rindra

Recent Posts

Tol Bukittinggi–Sicincin Didorong Berlanjut, Bappenas dan Hutama Karya Bahas Konektivitas Sumba

Bappenas bersama Hutama Karya meninjau Tol Bukittinggi–Sicincin dan Lembah Anai untuk memperkuat konektivitas, logistik, dan…

47 menit ago

Tiga Titik Karhutla Melanda Inhil, Riau Tambah Dua Helikopter Water Bombing

Karhutla kembali terjadi di Inhil dengan luas terdampak 2,2 hektare. Riau juga menerima tambahan dua…

1 jam ago

Tabrakan Maut di Tol Permai KM 46, Lima Penumpang Tewas dan Lima Luka-Luka

Kecelakaan maut di Tol Pekanbaru-Dumai KM 46 Siak menewaskan lima orang. Polisi menduga pengemudi minibus…

21 jam ago

432 Jemaah Haji Kampar Tiba di Tanah Air, Ahmad Yuzar Sambut Langsung di Debarkasi Batam

432 jemaah haji Kampar Kloter 05 BTH tiba di Tanah Air dan disambut langsung Bupati…

22 jam ago

HUT ke-242 Pekanbaru, Wako Agung Luncurkan Logo dan Uji Coba Bus Listrik

Wako Pekanbaru Agung Nugroho meluncurkan logo HUT ke-242 Kota Pekanbaru dan melepas uji coba bus…

3 hari ago

68 Petugas Sensus Ekonomi Siak Resmi Dikukuhkan, Bupati Afni Tekankan Integritas dan Kejujuran

Bupati Siak Afni Z mengukuhkan 368 petugas Sensus Ekonomi 2026 dan menegaskan pentingnya integritas serta…

3 hari ago