Categories: Riau

Warga Minta Perusahaan Buka Portal Jalan

KERUMUTAN (RIAUPOS.CO) — Masyarakat tiga desa di Kecamatan Kerumutan meminta agar PT Mekar Alam Lestari (MAL) dapat memberikan akses jalan darat bagi mereka.

Pasalnya, saat ini masyarakat merasa kesulitan untuk melakukan aktivitas karena perusahaan kelapa sawit tersebut melarang melintas di jalan kebun yang dibangun perusahaan. Tiga desa pengguna utama jalan tersebut yakni Desa Mak Teduh, Desa Pangkalan Panduk dan Desa Air Hitam.

"Ya, hampir satu tahun terakhir, kami masyarakat dari tiga desa di Kecamatan Kerumutan merasa kesulitan untuk menjalankan aktivitas. Pasalnya, satu-satunya akses jalan yang menghubungkan tiga desa ini, sudah ditutup perusahaan yakni PT MAL. Memang akses jalan ini dibangun oleh perusahaan di areal perkebunan kelapa sawit mereka," terang Abdillah, seorang warga Desa Mak Teduh, Selasa (3/12).

Diungkapkannya, selama ini PT MAL tidak pernah melarang masyarakat melintas di jalan kebun perusahaan tersebut. Namun, 10 bulan tahun terakhir tepatnya pada akhir Januari 2019, perusahaan sudah membuat portal dan melarang masyarakat untuk melintas di jalan tersebut.

"Jadi, kami meminta agar PT MAL dapat memberikan akses dan tidak melarang masyarakat untuk melintas di jalan kebun mereka. Jika pihak perusahaan tidak juga memberikan akses jalan bagi masyarakat, maka dalam waktu dekat ini kami akan menggelar aksi untuk memblokir jalan perusahaan tersebut. Kan aneh, kita sebagai warga tidak bisa melintas jalan di kampung kita sendiri," paparnya.

Di tempat terpisah, Ketua Komisi I DPRD Pelalawan Imustiar SIp mengatakan, pihaknya meminta agar PT MAL dapat merealisasikan keinginan masyarakat di tiga desa tersebut terkait akses jalan darat.

Artinya, jika perusahaan tidak bisa membantu membangun jalan bagi masyarakat atau melakukan perawatan jalan secara rutin, maka perusahan diminta tidak melarang masyarakat untuk melintas di jalan kebun yang sudah dibangun.

"Dengan demikian, maka masyarakat yang berada disekitar lingkungan perusahaan tidak merasa kesulitan dalam menjalan aktivitas mereka," ujarnya.

Hanya saja, manajemen PT MAL melalui Humas, Tompul masih belum memberikan respon terkait permintaan masyarakat agar perusahaan tidak melarang melintas dijalan kebun milik perusahaan, setelah dihubungi berkali-kali melalui selulernya dinomor 0813718219xx meski dalam keadaan aktif. Hingga berita ini dirilis, Humas PT MAL masih belum juga memberikan jawaban atas keluhan masyarakat di tiga desa tersebut.(amn)

Laporan M AMIN AMRAN, Kerumutan

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Dari Kehilangan ke Kebahagiaan, Wako Pekanbaru Beri Motor untuk Sandro

Sandro, warga disabilitas di Pekanbaru, terharu terima motor baru dari wali kota setelah kehilangan akibat…

2 hari ago

Wako Pekanbaru Tegas: Gaji ASN dari Uang Rakyat, Harus Kerja Maksimal!

Ratusan ASN Pekanbaru resmi jadi PNS. Wako ingatkan gaji berasal dari uang rakyat dan minta…

2 hari ago

Layanan KTP di Pekanbaru Hampir Dua Pekan Gangguan, Warga Keluhkan Antrean Lama

Layanan KTP dan KIA Disdukcapil Pekanbaru terganggu hampir dua pekan. Antrean panjang terjadi, warga keluhkan…

2 hari ago

Pasca Kebakaran Hebat, Ratusan Warga Pulau Kijang Dapat Bantuan Sembako

Sebanyak 106 KK korban kebakaran di Pulau Kijang mulai menerima bantuan darurat. Pemerintah fokus penuhi…

2 hari ago

Polisi Bongkar Penimbunan Solar di Pelalawan, 13,6 Ton Disita!

Polisi ungkap penimbunan 13,6 ton solar subsidi di Pelalawan. Satu pelaku diamankan bersama barang bukti…

2 hari ago

Lift Barang Jatuh dari Lantai 7, Tiga Pekerja Kritis

Lift proyek RS Santa Maria jatuh dari lantai tujuh. Tiga pekerja luka berat dan dirawat…

3 hari ago