Categories: Riau

Gubri Sarankan ke Sekolah Swasta

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Terbatasnya kuota penerimaan siswa baru di SMA negeri Provinsi Riau tahun ini, membuat sebagian siswa baru harus memilih sekolah swasta untuk melanjutkan jenjang pendidikan. Pasalnya, daya tampung SMA negeri sederajat tahun ini hanya 40 persen dibandingkan lulusan SMP.
Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengatakan, dengan kondisi terbatasnya kuota penerimaan siswa baru di tingkat SMA negeri, sekolah swasta bisa dijadikan rujukan untuk melanjutkan jenjang pendidikan. Karena saat ini, kualitas sekolah swasta juga tidak kalah dengan sekolah negeri.
“Kalau semua ditampung di sekolah negeri, kasian pula dengan sekolah swasta. Jadi kami harapkan anak-anak yang tidak bisa tertampung di sekolah negeri, ya bisa mendaftar ke sekolah swasta,” katanya.
Saat ditanyakan apakah ada rencana pemerintah untuk membangun sekolah baru, menurut Syamsuar memerlukan sistem yang cukup panjang. Karena yang perlu disiapkan tidak hanya bangunan saja, melainkan infrastruktur pendukung termasuk guru-guru yang akan mengajar.
“Kalau yang disiapkan hanya bangunan nanti akan berdampak pada kekurangan guru. Tentunya hal ini akan menjadi masalah baru,” sebutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Syamsuar juga mengaku sudah melakukan pembicaraan dengan forum kepala sekolah swasta di Riau terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) ini. Karena beberapa sekolah swasta juga sudah khawatir akan kekurangan siswa pada PPDB tahun ini.
“Saya juga sudah bilang kepada SMA/SMK swasta, karena mereka juga sudah risau seolah-olah tidak dapat siswa di penerimaan siswa baru,” ujarnya.
Gubri mengakui, banyaknya minat peserta didik mendaftar ke sekolah negeri karena biaya lebih murah dibanding swasta, karena sekolah swasta ini diatur oleh yayasan.
“Namun harapan kami sekolah swasta juga jangan terlalu tinggi menetapkan biaya sekolah kepada peserta didik. Karena mereka ini dapat dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), asal persyaratannya lengkap,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Riau, Rudyanto mengatakan, pada PPDB tahun ini, para orang tua diminta untuk selalu mengecek website PPDB untuk mengetahui apakah anaknya masih masuk dalam urutan calon siswa yang diterima. Karena data tersebut akan terus berubah sebab banyak yang mendaftar.
“Kalau namanya sudah tidak ada lagi di website, maka segera cabut pendaftaran dan pindah kesekolah lain yang masih ada kuotanya jika tetap ingin bersekolah di SMA negeri,” katanya.
Saat ditanyakan terkait masih adanya orang tua yang kesulitan mengakses website PPDB, menurut Rudyanto karena banyak yang mengakses, website tersebut sempat mengalami gangguan sehingga harus diperbaiki. “Memang kemarin sempat di maintenance website-nya, jadi untuk sementara tidak bisa diakses terlebih dahulu,” jelasnya.(sol)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Tabebuya Bermekaran, Wajah Kota Pekanbaru Berubah Jadi Lebih Indah

Bunga Tabebuya bermekaran di sejumlah ruas jalan Pekanbaru. Warga terpesona melihat pemandangan kota yang lebih…

19 jam ago

Kalam Kudus Menang di Dua Laga, Putra-Putri Melaju ke Final HSBL Selatpanjang

Kalam Kudus meraih dua kemenangan pada HSBL Selatpanjang 2026 dan memastikan tim putra-putri melaju ke…

19 jam ago

Mengarak Tabak hingga Makan Beradat, Tradisi Melayu Batang Peranap Kembali Digelar

Festival Adat Batang Peranap menampilkan Beghagak Tabak, Caca Inai dan Makan Beradat sebagai upaya melestarikan…

2 hari ago

Harga Dexlite Melonjak, Antrean Biosolar di Pelalawan Mengular

Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…

2 hari ago

Akses Pelabuhan Tanjung Harapan Dibangun Ulang, Ini Panjang dan Ketebalan Jalannya

Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…

2 hari ago

Lahan 221 Hektare Jadi Sorotan, Mitra Agrinas dan Ninik Mamak Koto Garo Saling Lapor

Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…

2 hari ago