PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Jumlah warga binaan di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Klas IIA Pekanbaru terkonfirmasi Covid-19, mengalami peningkatan cukup signifikan. Tak tanggung-tanggung, narapidana yang terpapar virus asal Wuhan telah mencapai sebanyak 207 orang.
Plt Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Alfonsus Wisnu Ardianto dikonfirmasi membenarkannya. Disampaikannya, penambahan ini diketahui berdasarkan hasil dari tes usap atau swab test massal terhadap 1.504 narapidana yang dilakukan beberapa waktu lalu.
"Awalnya ada enam belas narapidana yang positif (Covid-19). Kemudian, kami lakukan swab massal sejak tanggal 26 Oktober lalu. Hasilnya kemarin sore (Senin, red) keluar dan laporannya ada 207 narapidana yang positif," ungkap Alfonsus, Selasa (3/11).
Saat ini, dikatakan dia, pihaknya masih menunggu hasil swab secara keseluruhan dari salah satu rumah sakit di Kota Bertuah. Hal ini, untuk memastikan apakah ada penambahan warga binaan yang terpapar virus tersebut. "Sampai saat ini kami masih menunggu hasil swab secara keseluruhan," katanya.
Terhadap narapidana yang positif, telah dilakukan upaya sesuai dengan protokol kesehatan. Di antaranya dengan memisahkan dengan warga binaan lainnya. Lalu, melakukan penyemprotan disinfektan dan pembersihan kamar untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.
"Narapidana yang positif sudah dipindahkan dan di tempatkan di Blok G. Blok G itu dijadikan ruang isolasi yang terdiri dari 24 kamar hunian," sambung Alfonsus.
Tak hanya narapidana, Alfonsus juga menyampaikan, sejumlah pegawai Lapas Klas IIA Pekanbaru dinyatakan terkonfirmasi Covid-19. Yang mana, sebelumnya berjumlah empat orang bertambah menjadi sembilan orang pegawai. "Sembilan pegawai Lapas dinyatakan positif," pungkas Alfonsus.
Laporan: Riri Radam (Pekanbaru)
Editor: E Sulaiman
Pesan Redaksi:
Mari bersama-sama melawan Covid-19. Riaupos.co mengajak seluruh pembaca ikut mengampanyekan gerakan 3M Lawan Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan dalam aktivitas sehari-hari. Ingat pesan Ibu, selalu Memakai masker, Mencuci tangan dan Menjaga jarak serta hindari kerumunan.
#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Bengkalis terkendala setelah lahan usulan di Desa Wonosari ditolak Kemensos…
Satreskrim Polresta Pekanbaru menetapkan pria berinisial S sebagai tersangka penipuan investasi proyek pengangkutan batu bara…
Prof Dr Afrizal Nur dikukuhkan sebagai Guru Besar Tafsir Kontemporer UIN Suska Riau usai menyampaikan…
Kondisi kabut asap karhutla di Pekanbaru kian memburuk hingga menurunkan jarak pandang menjadi 800 meter…
Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Pekanbaru memperberat hukuman Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid menjadi 4 tahun…
Seorang tahanan kasus narkotika berinisial RI melarikan diri dari Lapas Kelas IIB Pasirpengaraian, Rohul, usai…