Categories: Riau

Diguyur Hujan, Petani Gembira Bisa Tanam Padi

KUALAKAMPAR (RIAUPOS.CO) — Hujan deras yang telah turun mengguyur kabupaten Pelalawan sejak sepekan terakhir, membuat para petani di Negeri Seiya Sekata ini menjadi sangat gembira. 

Pasalnya, hujan yang merupakan keberkahan dari Sang Pencipta ini, telah sangat lama dinanti oleh para petani. Sejak dua bulan terakhir, petani tidak bisa bercocok tanam di lahan sawah padi akibat dilanda kemarau kering yang berdampak terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

Seperti yang diungkapkan salah seorang petani asal Desa Sungai Upih, Kecamatan Kuala Kampar Said Shefa kepada Riau Pos, Rabu (2/10). 

Dikatakannya, bahwa hujan yang sudah turun mengguyur wilayah Kabupaten Pelalawan sejak sepekan terakhir, membuat sawah padinya kembali ada air. Padahal sebelumnya, areal persawahan di daerahnya kering dan tandus akibat dilanda kemarau panjang sejak dua bulan lalu.

“ Ya Alhamdulillah, kami sangat gembira hujan sudah turun mengguyur desa kami beberapa hari terakhir. Tentunya dengan turunnya keberkahan Sang Pencipta ini, maka pada awal pekan lalu,  seluruh petani di Kabupaten Pelalawan khususnya Desa Sungai Upih kecamatan Kuala Kampar sudah mulai menanam padi,’’ jelasnya. 

Sedangkan sebelumnya, lahan tanaman padi di kecamatan Kuala Kampar ini sangat kering karena hujan telah dua bulan tidak turun, sehingga petani gagal tanam akibat mengeringnya irigasi perairan. 

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Pelalawan Ir Syahfahlefi MSi melalui Kabid Tanaman Pangan Wisnu Handana STP mengatakan, hujan yang turun mengguyur di wilayah Kabupaten Pelalawan sudah membuat para petani menjadi sangat gembira. 

Sejak sepekan terakhir,  seluruh petani telah mulai mengolah lahan untuk tanam padi secara serentak di lahan yang mereka miliki.

“ Jadi, hujan yang sudah membasahi wilayah Negeri Seiya Sekata ini, merupakan berkah tersendiri bagi petani padi khususnya Kecamatan Kuala Kampar sebagai daerah lumbung padinya kabupaten Pelalawan,’’ jelasnya. Pasalnya, ketersediaan air merupakan faktor penting dalam budidaya padi. Apalagi mayoritas lahan persawahan padi di Kabupaten Pelalawan ini merupakan lahan tadah hujan. 

Sehingga dengan turunnya hujan ini, maka sejak sepekan terakhir para petani khususnya petani di Desa Sungai Upih dan Sungai Solok Kecamatan Kuala Kampar sudah mulai melakukan tanam padi serentak.

Ia mengatakan, semenjak tiga bulan terakhir petani gagal atau tunda tanam akibat kemarau.

Dijelaskannya, selain adanya ketersediaan air bagi lahan persawahan, benih padi varietas unggul juga merupakan komponen utama keberhasilan dalam menanam padi. Sehingga pihaknya sangat optimis tidak ada petani yang menyia-nyiakan keberkahan Sang Khalik ini untuk tidak menanam padi pascadiguyur hujan.

 Apalagi sejauh ini pihaknya telah memiliki sejumlah benih padi varietas unggul lokal dengan jarak waktu panen yang cukup cepat yakni selama 90 hari atau 3 bulan. 

 Seperti varietas unggul cekau, Bono, Karya, Mendol dan Invara. Dan varietas unggul ini sudah digunakan masyarakat petani di Kabupaten Pelalawan ini khususnya petani di Kecamatan Kuala Kampar. Sengan sudah dimulainya tanam padi serentak ini, maka diprediksi pada awal tahun 2020 mendatang, padi tersebut telah bisa di panen para petani. 

‘’Sedangkan nantinya, kita akan menjadwalkan kegiatan panen padi massal ini yang akan dihadiri oleh Bapak Bupati Pelalawan HM Harris,” ujarnya.(amn)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Pameran Khat Melayu dan Re-Imaji Lancang Kuning Resmi Dibuka, Angkat Warisan Budaya ke Ruang Kreatif

Pameran Khat Melayu dan Re-Imaji Lancang Kuning di Galeri Hang Nadim hadirkan karya seni yang…

12 jam ago

PLN UIP Sumbagteng Gelar Fun Walk di Bukittinggi, Perkuat Kebersamaan dan Budaya Hidup Sehat

PLN UIP Sumbagteng menggelar Fun Walk dalam Wellbeing Day di Bukittinggi untuk memperkuat kesehatan, sinergi,…

13 jam ago

Senat Unri Sahkan Delapan Bakal Calon Rektor, Tahapan Penentuan Tiga Kandidat Segera Digelar

Senat Universitas Riau menetapkan delapan bakal calon rektor periode 2026-2030. Tahap penyaringan dan penetapan tiga…

19 jam ago

47 Perusahaan Buka 1.417 Loker, Job Fair Pekanbaru Langsung Dipadati Pencaker

Ribuan pencari kerja memadati Pekanbaru Job Fair 2026. Sebanyak 1.417 lowongan dari 47 perusahaan disiapkan…

19 jam ago

Saatnya Pekanbaru Tinggalkan Kabel Bergelantungan, DPRD Dorong Jaringan Bawah Tanah

DPRD Pekanbaru mendorong penerapan sistem kabel bawah tanah untuk mengatasi kabel semrawut sekaligus meningkatkan estetika…

2 hari ago

Lebih dari 12 Ribu Warga Padati Danau Bandar Kayangan, HUT Pekanbaru Berlangsung Meriah

Belasan ribu warga memadati Danau Bandar Kayangan untuk mengikuti jalan sehat dan senam sehat dalam…

2 hari ago